Banyak Makan Korban, Gus Muhdlor Pastikan Jembatan Penghubung Klurak - Balongdowo Candi Segera Dibangun

republikjatim.com
SIDAK - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menggelar sidak kondisi Jembatan Shiratal Mustaqim penghubung antara Desa Balongdowo dan Desa Klurak, Kecamatan Candi, Sidoarjo agar bisa segera dibangun permanen, Jumat (12/08/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Meski bisa dilewati, kondisi jembatan penghubung antara Desa Balongdowo dan Desa Klurak, Kecamatan Candi, Sidoarjo sangat mengkhawatirkan. Jika tidak hati-hati, warga yang melewati jembatan itu bisa tercebur ke sungai.

Berdasarkan penuturan warga Desa Klurak, peristiwa nahas itu pernah terjadi. Bahkan korban yang terjebur sungai ini istri Sekretaris Desa Klurak sendiri.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Sepekan lalu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mendapat laporan soal kondisi jembatan yang diberi nama Jembatan Shiratal Mustaqim oleh warga Desa Klurak itu. Selang beberapa hari laporan itu, Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini mengkroscek ke Camat Candi terkait kebenaran kondisi jembatan itu. Kemudian Gus Muhdlor melihat langsung kondisi Jembatan Shiratal Mustaqim, Jumat (12/08/2022) itu.

Jembatan dengan pondasi cor yang ditumpangi kayu ini memang kondisinya mengkhawatirkan. Bahkan salah satu pondasi cor sudah hancur. Hal itu terlihat besi kolomnya.

Saat di lokasi, Gus Muhdlor mengatakan rencana perbaikan jembatan itu kepada warga. Dijanjikan tahun depan jembatan itu akan diperbaiki dan dibangun permanen. Untuk perbaikan tahun ini tidak bisa dilakukannya. Alasannya, karena belum masuk anggaran perbaikan jembatan tahun ini.

"Melalui mekanisme Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) juga tidak mungkin. Karena besok rancangan perubahan KUA serta perubahan PPAS disahkan," ujar Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Jumat (12/08/2022).

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Lebih jauh Gus Muhdlor yang juga alumni Fisip Unair Surabaya ini menjelaskan pihaknya sudah memahami kondisi jembatan yang memprihatinkan itu. Karena itu, kemungkinan akan diperbaikinya pada Tahun 2023 mendatang.

"Karena, di PAK sudah tidak mungkin. Karena besok sudah dok-dok (disahkan perubahan KUA serta perubahan PPAS)," imbuhnya.

Gus Muhdlor menilai jembatan itu dapat diperbaiki pada awal Tahun 2023. Hal ini jika pembangunannya tanpa tiang pancang. Untuk itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Pemkab Sidoarjo.

"Dinas PUBM dan SDA juga kami minta segera merumuskan perbaikannya dengan konsultan sipil. Perbaikan jembatan itu harus benar-benar dipikirkan dengan matang. Kalau memang Dinas PUBM dan SDA dengan konsultan ini bentuk bangunannya tanpa tiang pancang, maka bisa dikerjakan awal Tahun 2023," tegas alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara Gus Muhdlor sendiri melihat jembatan itu menjadi akses yang sering dilalui warga. Karena itu, pembangunan jembatan itu benar-benar dibutuhkan. Bahkan pembahasan pembangunan jembatan itu, sudah sering dimasukkan ke Musrembangdes.

"Tapi, masalahnya sampai saat ini belum ditanggapi. Kalau melihat hari ini, saya yakin Tahun 2023 pasti akan dibangun," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru