Sidoarjo (republikjatim.com) - Salah satu upaya mengangkat eksistensi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Sidoarjo yakni membantu memasarkan produk-produk unggulan UMKM yang ada di Sidoarjo. Langkah itu, salah satunya dengan perhelatan Sidoarjo Expo Tahun 2022 di Parkir Barat GOR Sidoarjo, Kamis (11/08/20022) malam.
Acara dibuka Ketua Dekranasda Kabupaten Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor. Acara diikuti sekitar 100 UMKM yang ikut meramaikan kegiatan Sidoarjo Expo.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Yang menjadi tujuan utama kegiatan ini para perajin, khususnya UMKM bisa menjadi penopang perekonomian nasional. Karena diketahui UMKM mampu menyerap 97 persen tenaga kerja Indonesia. Ini bisa dibuktikan dalam pendampingan terhadap para perajin yang ada di Sidoarjo mampu meningkatkan jumlah tenaga kerja melalui pameran dapat dikenalkan di Sidoarjo sendiri sampai di luar Sidoarjo," ujar istri Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Ning Sasha ini kepada republikjatim.com, Kamis (11/08/2022) malam.
Selama pandemi Covid-19 dua tahun, kata Ning Sasha, pandemi berlangsung mungkin masyarakat lupa akan produk-produk unggulan yang dihasilkan. Diantaranya seperti batik, tas, sepatu kulit serta lainnya. Untuk itu, dengan kegiatan ini bisa membangkitkan kembali ingatan masyarakat akan produk yang bisa dihasilkan di Sidoarjo.
"Bagi pengrajin yang masuk dalam kualifikasi dan memenuhi standar untuk ekspor dibikinkan sejenis video profil yang nanti akan kami buatkan sejenis buku (e-katalog) yang berisi tentang perajin unggulan yang ada di Sidoarjo. Karena Sidoarjo tidak memiliki sumber daya alam yang bisa dijadikan objek pariwisata. Makanya, kita wajib menunjukkan sejumlah keunggulan yang ada di Sidoarjo yakni memiliki sentra industri baik industri besar maupun industri kecil," imbuhnya.
Selain itu, kata Ning Sasha yang juga alumni SMAN 4 Sidoarjo ini melalui Disporapar Pemkab Sidoarjo akan memetakan peta industri kota Sidoarjo. Rencananya, diletakkan di Bandara Internasional Juanda. Yakni dengan menyediakan stan khusus yang menyediakan peta berisi titik-titik industri kecil.
"Termasuk juga dilengkapi QR Code yang bisa discan melalui HP. Nanti akan keluar video profil dari industri yang dikehendaki atau ingin diketahui wisatawan. Kegiatan ini akan terlihat pro digital dan lebih maju lagi," tegas alumni Fakultas Hukum Unair Surabaya ini.
Ning Sasha menambahkan terdapat ribuan pelaku UMKM yang ada di Sidoarjo. Semua mengangkat salah satu produk unggulan agar secara otomatis akan mengangkat UMKM- UMKM di sekitarnya.
"Semoga segala program yang dipersiapkan terkait pemulihan ekonomi khususnya bagi para pelaku UMKM bisa berjalan dengan lancar. Kalau ada sejumlah terobosan (inovasi) harus segera dikembangkan. Karena sudah tertinggal dari daerah lain khususnya setelah libur 2 tahun masa pandemi. Melalui pameran akan meningkatkan pemasaran produk UMKM. Kami ingin kesejahteraan Sidoarjo," paparnya.
Sementara Kepala Disperindag Pemkab Sidoarjo, Tjarda menegaskan saat situasi sedang bergejolak. Karena kondisi ekonomi global saat ini sedang tidak baik. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya negara-negara di dunia mengalami peningkatan inflasi.
"Makanya, didorong upaya yang serius untuk menekan dan mengendalikan angka inflasi yang cenderung naik. Salah satunya dengan melakukan kegiatan operasi pasar dan menjamin ketersediaan bahan makanan, bahan pokok dan bahan penting lainnya agar masyarakat mendapat harga barang yang stabil," urainya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Tjarda menceritakan seperti kegiatan Sidoarjo Expo Tahun 2022 ini menjadi kegiatan yang positif untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan secara langsung. Baik kepada masyarakat Sidoarjo maupun luar Sidoarjo untuk menggerakkan roda perekonomian agar pertumbuhan ekonomi dapat terjadi peningkatan.
"Dekranasda dibawa kepemimpinan Ibu Saadah Ahmad Muhdlor sudah menunjukkan eksistensinya dengan adanya banyak kegiatan yang dilakukan Dekranasda. Khususnya di bidang pemasaran baik secara offline maupun online digerakkan," jelasnya.
Kegiatan ini, selama tiga hari ke depan dari pembukaan yang diikuti perwakilan OPD diikuti PHRI dan pelaku UMKM yang ada di Sidoarjo. Baik itu dalam wujud barang atau kerajinan serta makanan dan minuman yang ikut membantu terselenggaranya kegiatan ini.
"Selama kegiatan ini berlangsung mengangkat budaya lokal digelar lomba kreasi Udeng Pacul Gowang yang pesertanya diikuti siswa SD dan SMP dari perwakilan setiap kecamatan masing-masing dua siswa," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi