Surabaya (republikjatim.com) - Kanwil Kemenkumham Jatim memeriahkan Nuzulul Quran dengan menggelar lomba tartil Al Quran secara virtual, Rabu (20/04/2022). Pesertanya ada 39 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana di seluruh Jatim.
Meski berstatus sebagai WBP, tapi kualitas suara yang dilantunkan para peserta tidak kalah dengan santri pondok pesantren pada umumnya. Maklum, selama ini mereka memang mengikuti pembinaan di pondok pesantren yang ada di dalam Lapas dan Rutan.
"Kegiatan ini untuk mengukur sejauh mana kualitas pembinaan kerohanian yang dilakukan pihak Lapas dan Rutan jajaran Kanwil Kemenkumham Jatim," ujar Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, Teguh Wibowo kepada republikjatim.com, Rabu (20/04/2022).
Teguh menjelaskan momentum lomba Tartil Qur’an ini diharapkan dapat menumbuhkan benih-benih generasi Qur’ani di Lapas dan Rutan di Jawa Timur.
"Hendaknya Tartil Qur’an ini tidak hanya dipahami sebagai kompetisi. Tapi, nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.
Anak berinisial P salah seorang peserta asal LPKA Blitar mengaku bangga bisa terpilih mengikuti lomba itu. Dia merasakan betul perbedaan sebelum dan sesudah semakin rajin mengaji di LPKA.
"Dulu sudah bisa mengaji. Tetapi tidak lancar. Sekarang jadi semakin lancar karena setiap hari setelah sholat Dhuhur ada mengaji Tahsin," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Nurhalimah asal LPP Malang. Dia mengaku di Lapas banyak diajarkan ilmu baru dan metode membaca Al Quran sehingga semakin menambah wawasan dirinya.
Baca juga: Wabup Sidoarjo Terima Penyerahan Bayi Laki-Laki yang Ibunya Meninggal di Rutan Perempuan Porong
"Alhamdulillah tidak mengalami kesulitan ketika belajar tartil Quran. Karena asal memiliki niat dan bisa menghilangkan rasa malas," paparnya.
Menurut Teguh, peringatan Nuzulul Quran merupakan salah satu keistimewaan bulan Ramadan. Sehingga umat islam dapat mengingat diturunkannya Alquran kitab suci umat islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi hidup dan kehidupan manusia.
Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 58 ini diikuti dengan antusias para peserta. Sedangkan dewan juri yang hadir yaitu Ustadz Nur Kholis Majid (MUI Prov Jatim) dan Nyai Muhayyinah (Kemenag Kota Surabaya). Keluar sebagai Juara I perwakilan dari Lapas Lumajang. Di peringkat kedua dan ketiga ditempati wakil Rutan Bangil dan Rutan Sampang. Kem/Hel/Waw
Editor : Redaksi