Sidoarjo (republikjatim.com) - Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Sidoarjo (GPS) meluruk Kantor DPRD Sidoarjo, Senin (11/04/2022). Massa yang sebagian mahasiswa ini, menolak kenaikan BBM jenis pertamax, kenaikan PPN 11 persen serta menolak kenaikan harga Minyak Goreng (Migor).
Selain itu, mendesak pemerintah ketersediaan bahan pokok yang terjangkau. Termasuk mudahnya mendapatkan BBM jenis solar dan pertalite di sejumlah SPBU.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Karena awalnya tidak kunjung ditemui anggota dan pimpinan DPRD Sidoarjo, peserta demo akhirnya sempat menggelar teatrikal dengan tidur di depan Kantor DPRD Sidoarjo. Selain itu, membakar dupa dan tabur bunga sebagai bukti matinya hati nurani para wakil rakyat (DPR).
"Tuntutan kami ini murni. Ini desakan dan suara rakyat. Karena rakyat menderita atas kenaikan BBM, minyak goreng dan kenaikan PPN 11 persen. Kenaikan itu menyebabkan rakyat menderita atas kebijakan pemerintah pusat yang semena-mena terhadap rakyat kecil dan jelata," ujar Ketua GPS, Ifan Alexander saat orasi di depan Kantor DPRD Sidoarjo.
Selain itu, Ifan menjelaskan kenaikan harga Pertamax juga berimbas pada kelangkaan pertalite dan Bio Solar di beberapa SPBU sudah mulai langka. Alumni Universitas Sunan Giri Surabaya itu khawatir, jika rakyat tidak bergerak maka tidak menutup kemungkinan pemerintah akan mencabut subsidi BBM jenis Pertalite.
"Kami yakin, kalau masyarakat tidak bersatu, maka tidak menutup kemungkinan Pertalite juga akan naik. Itu memungkinkan karena alokasi belanja negara yang sedang terfokus pada proyek IKN," tegasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara massa pendemo ditemui Ketua DPRD Sidoarjo, Usman dan sejumlah anggota pimpinan dan 3 anggota DPRD Sidoarjo lainnya berjanji bakal memperjuangkan tuntutan massa itu.
"Kami berjanji akan menindaklanjuti tuntutan Pemuda Sidoarjo untuk disampaikan ke pemerintah pusat," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi