Ajak Warga Melek Hukum Sejak Dini, Jaksa Masuk Sejumlah Sekolah di Ponorogo Mulai Digeber

republikjatim.com
KENALKAN HUKUM - Kasi Intel Kejari Ponorogo, Ahmad Afandi saat memberikan pengenalan dan penyuluhan hukum di SMAN 1 Pulung, Rabu (16/02/2022).

Ponorogo (republikjatim.com) - Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Ponorogo, terutama terhadap masyarakat umum agar melek dan mengenal hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo membuat terobosan. Salah satu terobosan itu, yakni tim Kejari Ponorogo menggelar sosialisasi hukum di sejumlah sekolah, terutama jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

SMA menjadi lembaga pendidikan yang siswanya mulai beranjak remaja dan dewasa. Karena itu, pengenalan hukum sangat dibutuhkan agar para siswa kenal dan melek hukum.

Baca juga: Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Tolak Pembelaan Sugiri, Sidang Korupsi Proyek di RSUD Ponorogo Dilanjut Pembuktian

"Mengenalkan hukum sejak dini penting. Karena siswa SMA tingkah lakunya tidak dan bebas dari jeratan hukum. Remaja yang beranjak dewasa menjadi modal generasi bangsa. Untuk menciptakan bangsa yang baik harus menciptakan remaja dan pemuda yang baik dan melek hukum," ujar Kasi Intel Kejari Ponorogo, Ahmad Afandi saat sosialisasi hukum di SMAN 1 Pulung, Rabu (16/02/2022).

Afandi menilai sosialisasi pengenalan hukum di SMAN 1 Pulung itu disambut baik Kepala SMAN 1 Pulung, Joko Wilis. Bahkan dia sangat tinggi antusiasnya agar para siswanya kenal hukum.

Baca juga: Adu Argumen di Tipikor Surabaya, Jaksa KPK Tolak Eksepsi Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko

"Kita kenalkan hukum kepada anak didik sejak dini dengan tujuan mereka dijauhkan dari kasus hukum," tegasnya.

Sementara itu, kata Afandi program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) menjadi program prioritas nasional dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melek hukum.

Baca juga: Siapkan Dana Rp 40,6 Miliar, Pemerintah Pusat Gerojok Revitalisasi 45 Satuan Pendidikan dan 1.577 IFP di Sidoarjo

"Program ini prioritas presiden. Yakni mengenalkan hukum kepada masyarakat sejak dini agar bisa menjadi masyarakat yang lebih baik. Sampai hari ini sudah ada 4 sekolah yang diberi pengenalan hukum," pungkasnya. Mal/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru