Wabup Sidoarjo Pastikan 375 Imigran di Jemundo Taman Sudah Divaksin, Selayaknya Dikembalikan Ke Negara Asalnya

republikjatim.com
PAPARAN - Wabup Sidoarjo, Subandi menyampaikan paparan soal pelayanan untuk 375 imigran yang tinggal di Rusunawa Puspa Agro, Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Selasa (14/12/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo memastikan jika kondisi 375 imigran yang tinggal di Rusunawa Puspa Agro, Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo dalam kondisi baik-baik saja. Bahkan ratusan imigran yang sebagian besar asal timur tengah itu, sudah mendapatkan jatah pelayanan vaksin 100 persen. Baik untuk vaksin tahap pertama maupun vaksin tahap kedua.

"Ada beberapa masalah yang perlu disikapi soal imigran yang sudah bertahun-tahun tinggal di Sidoarjo. Termasuk saat masa pandemi Covid-19, Pemkab Sidoarjo sudah memberikan perhatian lebih bagi ratusan imigran ini. Mereka semua sudah mendapatkan pelayanan vaksinasi 100 persen," ujar Wabup Sidoarjo, Subandi kepada republikjatim.com, Selasa (14/12/2021) sesuai acara Monitoring dan Tinjau Lapangan Pengelolaan Pengungsi dari Luar Negeri oleh International Organization for Migration (IOM) di Hotel Vasa Surabaya.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Dalam pertemuan yang dihadiri Bakesbangpol Propinsi Jawa Timur, Delegasi Pemerintah Pusat yakni Perwakilan Kementerian Luar Negeri, Direktorat HAM dan Kemanusiaan, Direktorat Keamanan Diplomatik dan Direktorat Organisasi Internasional Budaya dan Negara Berkembang juga Perwakilan Kementerian Dalam Negeri itu, Subandi menilai ada beberapa persoalan yang perlu harus segera disikapi. Selain masalah penanganan Covid-19 di lokasi penampungan ratusan imigran itu juga soal kebutuhan fisik imigran. Apalagi, mereka tinggal di Rusunawa Puspa Agro Jemundo sudah bertahun-tahun. Yakni mulai dari yang tidak memiliki keluarga sampai yang sudah berkeluarga.

"Tidak hanya vaksin Covid-19 pelayanan yang diberikan Pemkab Sidoarjo, tapi juga sudah memberikan perhatian lainnya baik secara ekonomi maupun berbagai bentuk pelayanan lainnya. Tapi, yang paling penting dan harus diperhatikan adalah dampak sosial dengan adanya imigran ini. Itu berimbas kepada warga kita sendiri. Kami berharap pertemuan ini ada solusi. Harapannya pemerintah pusat turut memberikan perhatian nasib Imigran itu," imbuhnya.

Subandi yang juga mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo ini meminta Pemerintah Pusat memberikan solusi bagi ratusan imigran itu. Salah satunya dikembalikan ke negara asalnya secara bertahap.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Karena mungkin secara ekonomi pemerintah bisa membantu, akan tetapi kebutuhan yang lain seperti kebutuhan fisik dan lainnya pemerintah tidak bisa memberikannya. Itu bisa menimbulkan dampak sosial bagi warga Sidoarjo sendiri yang tinggal di sekitar Rusunawa lokasi penampungan para imigran," tegasnya.

Subandi menegaskan adanya potensi masalah yang dihadapi jika imigran tidak segera difasilitasi untuk pulang ke negara asalnya. Potensi itu, salah satunya jika ada imigran yang meninggal dunia. Hal itu bakal menjadi persoalan baru.

"Pemkab Sidoarjo selalu memberi support kegiatan apapun. Termasuk soal kesehatan selama pandemi Covid-19 dan lainnya. Akan tetapi yang perlu menjadi perhatian pemerintah pusat kalau ada imigran meninggal dunia. Ini pasti akan menjadi masalah. Untuk itu dengan pertemuan ini ada solusi terbaik dari pemerintah pusat dan IOM," jelas Subandi yang juga mantan Kades Pabean, Kecamatan Sedati ini.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara Perwakilan IOM Jatim, mengaku bakal menyampaikan usulan Wabup Sidoarjo itu ke pemerintah pusat.

"Masukan dan permintaan Wabup akan disampaikan ke pemerintah pusat. Baik soal penanganan Covid-19 imigran maupun pemulangannya ke negara asal secara bertahap itu," tandasnya. Adv/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru