Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana KB-TK Al Muslim berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Puluhan siswa-siswi KB-TK Al Muslim memakai baju pahlawan beraneka ragam mulai baju TNI, baju profesi dan lain-lain.
Wajah sumringah dan riang gembira menghiasi wajah siswa-siswi KB-TK Al Muslim. Mereka bangga memakai bangga dengan baju yang dipakainya. Kegiatan pawai mengawai keliling lingkungan sekolah mengawali acara peringatan Hari Pahlawan, Rabu (10/11/2021).
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Para siswa semangat menyanyikan lagu-lagu perjuangan misalnya Maju Tak Gentar, Halo-Halo Bandung dan lainnya. Di tengah perjalan seorang siswa, Zidan melihat sampah tisu dengan sigap dia mengambilnya. Kemudian dibawa sampai menemukan tempat sampah dan dibuang pada tempat yang sesuai dengan jenisnya.
Selanjutnya, disusul temannya Aisyah menemukan sampah daun manga dan Ibrahim menemukan botol plastik. Mereka membuangnya di tempat sampah sesuai jenisnya pula. Kegiatan selanjutnya adalah fashion show di hall KB-TK Al Muslim.
Setiap anak tampil dengan gaya dan ekspresi masing-masing. Para siswa tampil menggemaskan tepuk tangan dari penonton menyemangati temannya yang tampil.
"Kegiatan terakhir adalah kerja bakti membersihkan kebun dan menanam biji kangkung. Setiap kelas memiliki lahan untuk menanam biji kangkung. Mereka bertanggung jawab merawat dan menyirami setiap hari di lahan kelasnya itu," ujar Kepala KB-TK Al Muslim, Siti Aminah kepada republikjatim.com, Rabu (10/11/2021).
Siti Aminah menjelaskan setiap siswa siswi KB-TK Al Muslim bisa menjadi pahlawan. Minimal menjadi pahlawan untuk diri sendiri dan orang lain. Caranya dengan memberikan kemanfaatan secara ikhlas, semata-mata mengharapkan keridhaan Allah SWT.
"Jiwa kepahlawanan ditanamkan sejak dini agar menjadi habbit hingga kelak para siswa dan siswi KB-TK Al Muslim dewasa," tegasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara kali ini melalui kegiatan kerja bakti membersihkan kebun. Kemudian membuang sampah sesuai jenisnya di tempat sampah.
"Terakhir menanam biji kangkung menggunakan media langsung tanah, polibek dan air. Harapannya anak-anak didik menjadi pahlawan lingkungan sejak dini," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi