Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar pelatihan Smart Technology. Kali ini, tim Abdimas Umsida menggandeng Pemuda Muhammadiyah Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
Apalagi, Kecamatan Waru merupakan salah satu kecamatan di wilayah Sidoarjo dengan jumlah terbanyak di Sidoarjo. Jumlah Penduduk di Sidoarjo Tahun 2020 berdasarkan hasil proyeksi penduduk mencapai 2.082.801 jiwa.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Pertambahan penduduk di Sidoarjo, bukan dikarenakan tingginya angka kelahiran. Akan tetapi lebih dikarenakan arus urbanisasi sebagai dampak dari pertumbuhan sektor industri dan perumahan di Sidoarjo. Sekaligus sebagai daerah penyangga Kota Surabaya.
Sidoarjo merupakan salah satu dari sekian kota di Indonesia yang mengalami dampak pandemi Covid-19 Tahun 2020 yang menyebabkan angka pengangguran di Sidoarjo meningkat 10.97 persen. Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo, Tahun 2020 terdapat lebih 8 ribuan pekerja pabrik, baik yang outsourcing maupun tetap, telah kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Karena itu, Umsida sebagai lembaga pendidikan Perguruan Tinggi di Sidoarjo turut berkontribusi dalam upaya penyelesaian permasalahan. Umsida melalui program Abdimas menggandeng organisasi Pemuda Muhammadiyah Desa Kureksari, Kecamatan Waru menyelenggarakan Program Pelatihan Smart Technology itu.
Ketua Tim Abdimas Umsida, Metatia Intan Mauliana didampingi Rochman Dijaya melaksanakan pelatihan dan pendampingan meliputi sosialisasi technopreneur dan simulasi bisnis teknologi yang dapat dikembangkan di masa depan. Salah satu simulasi yang dipaparkan adalah mengenai bisnis Smart Home.
"Termasuk pemilihan disesuaikan dengan potensi wilayah waru yang sebagian besar anggota keluarganya sama-sama bekerja," ujar Metatia Intan Mauliana kepada republikjatim.com, Sabtu (23/10/2021).
Metatia menjelaskan dalam pelatihan selanjutnya, Sabtu (9/10/2021) bersama dengan alumni Saintek Umsida Chambali Sukoco. Selain itu, peserta diberikan pendampingan lebih lanjut mengenai pemanfaatan solar cell pada interior lampu taman dan pengenalan alat-alat elektro sederhana.
"Hal itu dapat diaplikasikan menjadi alat tepat guna yang dapat meningkatkan nilai jual produk," tegasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara berdasarkan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan diharapkan adanya peningkatan pemahaman dan keilmuan yang berhubungan dengan literasi digital untuk menciptakan pandangan yang kritis-kreatif. Bahkan dapat meningkatkan potensial diri dan menggerakkan ekonomi mandiri pemuda.
"Upaya itu sebagai sarana menunjukkan eksistensi diri serta menciptakan peluang ekonomi mandiri bagi para pemuda desa," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi