Sidoarjo (republikjatim.com) - Kondisi yang kurang ideal membuat proses vaksinasi Covid-19 di Rutan Surabaya Kanwil Kemenkumham Jatim perlu kehati-hatian. Pihak Rutan yang terletak di Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo itu harus memastikan setiap warga binaan tidak mengalami efek samping yang berlebihan.
"Salah satu caranya dengan melakukan isolasi di blok khusus sebelum dan sesudah proses vaksinasi Covid-19," ujar Kepala Rutan Surabaya, Wahyu Hendrajati Setyo Nugroho kepada republikjatim.com, Minggu (05/09/2021).
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Hendrajati menjelaskan proses vaksinasi di rutan berbeda dengan masyarakat umum. Alasannya, tenaga kesehatan yang dimiliki rutan berkapasitas 504 orang itu terbatas. Dampaknya, pihaknya harus menghitung kemampuan nakes.
"Karena jangan sampai kewalahan karena banyaknya keluhan akibat efek samping vaksin Covid-19 itu," imbuhnya.
Saat ini, lanjut Hendrajati, baru 116 warga binaan yang tervaksin dari total 1.828 penghuni. Dari jumlah itu, mayoritas memang merasakan efek samping vaksin keluaran Astra Zeneca itu. Mayoritas mengeluh demam. Pihak rutan pun memberikan obat maupun terapi untuk meminimalisir efek samping.
"Bahkan ada satu orang yang merasakan efek samping agak berat dan lama. Yakni pusing dan mual. Akhirnya tetap bisa tertangani," tegasnya.
Untuk itu, agar mempermudah proses pemantauan, pihak Rutan Surabaya membuat blok khusus untuk warga binaan yang masuk daftar penerima vaksin. Blok D yang biasanya dibuat hunian, dijadikan tempat isolasi.
"Satu hari sebelum vaksin, mereka diisolasi diletakkan dalam satu blok. Tujuannya untuk pengawasan dari segi kesehatan. Termasuk pola tidur dan pola makannya diperhatikan," ungkapnya.
Dengan ditempatkan dalam satu blok, proses vaksinasi juga berjalan lebih efektif dan efisien. Setelah vaksin, warga binaan harus tetap berada di blok isolasi selama minimal 2x24 jam. Hal ini untuk memudahkan pemantauan efek samping vaksin.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Setelah dua hari tidak ada keluhan, warga binaan dikembalikan ke blok masing-masing. Kami akan segera melakukan proses vaksinasi lanjutan. Mengingat masih banyak warga binaannya yang belum tervaksin. Kami berkolaborasi dengan Dinkes Sidoarjo dalam proses vaksinasi. Padahal lebih dari separuh warga binaan adalah warga Surabaya. Kami juga akan berkoordinasi juga dengan Pemkot Surabaya," jelasnya.
Sementara Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono menegaskan lapas dan rutan harus bisa mempercepat proses vaksinasi. Karena lapas dan rutan menjadi daerah yang rawan penyebaran Covid-19. Kanwil Kemenkumham Jatim sendiri membawahi 39 lapas dan rutan yang tersebar di seluruh wilayah provinsi Jatim.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mempercepat proses vaksinasi itu," tandasnya. Kem/Hel/Waw
Editor : Redaksi