Sidoarjo (republikjatim.com) - Pandemi Covid-19 sudah berjalan lebih dari satu tahun. Tidak seharusnya, menjadikan Masjid dan Musala bertambah sepi jamaah. Sebaliknya umat Islam seharusnya mendekat ke rumah Allah, berdoa dan menguatkan ibadah.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) di hadapan puluhan ulama se Sidoarjo saat acara Silaturahmi dan Pengukuhan Dewan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan se Sidoarjo, di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (29/05/2021).
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Gus Muhdlor mengajak para Ulama dan warga Sidoarjo untuk kembali beraktivitas seperti biasanya. Mulai dari aktivitas sosial, ekonomi, khususnya ibadah meramaikan kembali Masjid dan Musala.
"Karena sejak pandemi banyak masjid yang sepi jamaah. Kondisi ini jangan sampai terus terjadi. Mulai sekarang mari beraktivitas kembali dan beribadah di Masjid harus tetap berjalan. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat," ujar Gus Muhdlor yang juga putra keenam KH Agoes Ali Mashuri, Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo ini.
Gus Muhdlor mengingatkan, adanya Covid-19 jangan terlalu ditakuti. Akan tetapi keberadaannya juga jangan dianggap remeh. Cukup dilakukan dengan biasa - biasa saja.
"Kondisi sekarang ini mari dimanfaatkan dengan menguatkan doa dan ibadah. Para masyayikh dan ulama menjadi garda depan membimbing umat di tengah situasi sekarang ini," tegas Gus Muhdlor.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara dalam kesempatan ini Bupati Sidoarjo, Gus Muhdlor menyampaikan ucapan selamat kepada 18 Dewan MUI Kecamatan yang baru dikukuhkan. Proses pengukuhan dihadiri Ketua MUI Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah dan Pengurus MUI Sidoarjo, KH Salim Imron serta Ketua MUI Sidoarjo berhalangan hadir karena sakit. Hel/Waw
Editor : Redaksi