Sidoarjo (republikjatim.com) - Masa pandemi Covid-19, menjadi penyemangat bagi Pemkab Sidoarjo dalam mengembangkan pelayanan secara digital untuk masyarakat. Harapannya, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memudahkan pelayanan digital diterima masyarakat.
Hal ini seperti yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Sidoarjo. Yakni dengan melaunching aplikasi Informasi Data Perdagangan Kabupaten Sidoarjo (Indago). Peresmian aplikasi Indago ini diresmikan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) di Hotel Luminor, Sidoarjo.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Kepala Disperindag Pemkab Sidoarjo, Tjarda mengatakan aplikasi Indago dengan konsep data website dari Bidang Perdagangan, Disperindag Pemkab Sidoarjo. Menurutnya, semua aktivitas yang berkaitan dengan bidang perdagangan di Sidoarjo, akan tersimpan di aplikasi Indago ini. Aplikasi ini memiliki fitur untuk perdagangan ekspor dan impor, toko swalayan dan untuk pencatatan harga bahan pokok (Bapo).
"Ke depannya, kemungkinan besar masih akan bertambah lagi fitur-fitur dari aplikasi Indago ini. Itu akan disesuaikan dengan aktivitas pelaporan dan pendataan bidang perdagangan," ujar Tjarda kepada republikjatim.com, Kamis (27/05/2021) saat peluncuran aplikasi Indago.
Sementara Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali yang akrab disapa Gus Muhdlor menilai sejumlah inovasi dari Dinas Disperindag Pemkab Sidoarjo, di masa musim pandemi Covid-19 seperti ini untuk menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) tetap dijaga. Selain itu, Gus Muhdlor mengakui jika beberapa dinas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah mengarahkan seluruh pelayanan ke arah digitalisasi. Bahkan beberapa OPD telah membuat inovasi pelayanan secara digital.
"Hanya saja ada satu kelemahan inovasi pelayanan digital di Sidoarjo. Yaitu promosinya kurang, termasuk masalah di Disperindag," tegasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Gus Muhdlor yang juga alumnus Fisip Unair Surabaya ini, pihaknya mencontohkan kasus di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Sidoarjo. Di dinas pelayanan kependudukan itu ada arahan aplikasi serba digital. Akan tetapi, masyarakat Sidoarjo tidak menggunakannya karena masyarakat tidak tahu.
"Termasuk aplikasi Indago ini. Jangan sampai aplikasinya saja yang ada. Tapi masyarakat tidak menggunakannya karena tidak tahu. Kami berharap semua pelayanan digital di Sidoarjo dijadikan satu rumah. Agar masyarakat sekali download, semua pelayanan sudah masuk didalamnya dan diketahui masyarakat umum," tandasnya. Adv/Zak/Hel/Waw
Editor : Redaksi