Tingkatkan Kesejahteraan, Gus Muhdlor Berharap Kemitraan Petani Tebu Sidoarjo Harus Terjalin Baik

republikjatim.com
KEMITRAAN - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menandatangani kesepakatan bersama serapan tebu petani saat acara Kemitraan Petani Tebu Sidoarjo di Singhasari Resort Batu, Selasa (30/03/2021) petang.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi, produktivitas dan kesejahteraan petani tebu, Dinas Pangan dan Pertanian Pemkab Sidoarjo menggelar Temu Kemitraan Petani Tebu. Acara ini dibuka Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) di Singhasari Resort Batu, Selasa (30/03/2021) petang.

Kegiatan ini untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi. Fokusnya kemandirian lokal, berbasis usaha mikro, koperasi, pertanian, perikanan dan sektor jasa industri untuk membuka lapangan kerja baru yang sejalan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Dengan meningkatkan produksi, maka akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteran petani tebu bakal terwujud. Karena itu, kemitraan petani tebu dengan pabrik gula terutama soal pembiayaan, budidaya, pengelolaan hingga hasil tebu harus terjalin baik," ujar Gus Muhdlor saat membuka acara Temu Kemitraan Petani Tebu Sidoarjo.

Gus Muhdlor menjelaskan saat terjalin kemitraan dengan baik antara petani tebu Sidoarjo, Pabrik Gula (PG) serta asosiasi pedagang pasar maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan.

"Sekaligus membantu memenuhi kebutuhan gula dalam negeri. Apalagi, lahan tebu di Sidoarjo Tahun 2020 masih seluas 4.557 hektar dengan hasil produksi 24.032 ton. Dari jumlah ini 90 persen dilelang bersama dan 10 persen dikonsumsi petani," imbuhnya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Adanya target swasembada gula nasional Tahun 2020-2023, lanjut Gus Muhdlor maka harus memprioritaskan memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Bahkan harus berupaya memenuhi sasaran pencapaian swasembada gula secara terpadu. Misalnya antara sektor olivam dan ovam melalui peningkatan produksi produktivitas tebu dan rendemen dengan intensifikasi bongkar ratun dan rawat ratun.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Itu sesuai moto pembangunan pertanian. Yakni pertanian maju, mandiri dan modern. Ke depan pembangunan pertanian secara umum harus menuju mekanisme pengembangan dan menerapkan proses pertanian pra maupun pasca panen serta pemanfaatan inovasi teknologi. Termasuk ekspansi dan optimalisasi pemanfaatan lahan secara maksimal dan kemitraan yang baik untuk pembelian hasil produksi petani. Bahkan sampai pengembangan bibit tebu," tandasnya.

Dalam acara ini juga dilaksanakan penandatangan Surat Kesepakatan Bersama Serapan II Petani Tebu. Yakni antara Bupati Sidoarjo, DPRD Sidoarjo, Pimpinan PT Indomarco Wismatama, Direktur PG Candi Baru, General Manager PG Krembung, Ketua APTR PG Candi Baru dan Ketua APTR PG Krembung. Penandatanganan disaksikan Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, Perwakilan DPRD Sidoarjo dan Sekretaris Daerah Sidoarjo. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru