Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 52 pemuda asal Kecamatan Krian mendapat kesempatan ikut pelatihan kerja yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo. Pesertanya rata-rata masih berusia muda. Mereka mendapat kesempatan berlatih menjadi Barista (peracik kopi), Spa Refleksiologi dan Teknik Pendingin AC.
Dalam pelatihan yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Krian ini dibuka langsung Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor). Program pelatihan ini berlangsung mulai tanggal 5 sampai 29 Maret 2021 ini, bertujuan menambah keahlian peserta. Harapannya selepas mengikuti pelatihan bisa membuka wirausaha sendiri.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Program ini untuk mencetak warga Sidoarjo menambah keahlian. Paling tidak agar tidak bergantung ke pabrik. Dengan bekal keahlian yang sudah dimiliki, mereka (peserta) selepas mengikuti pelatihan bisa membuka usaha sendiri," ujar Gus Muhdlor, Jumat (05/03/2021) saat membuka acara pelatihan kerja.
Gus Muhdlor menjelaskan program ini termasuk program Disnaker Pemkab Sidoarjo untuk mengurangi angka pengangguran. Dampak pandemi covid -19 menyebabkan jumlah pengangguran di Sidoarjo mengalami kenaikan. Berdasarkan datanya, tingkat pengangguran di Sidoarjo mencapai 10,98 persen akibat pandemi Covid-19.
"Yang terpenting peningkatan skill (kemampuan) masyarakat Sidoarjo ini agar punya daya jual dan punya nilai di masyarakat. Ini bisa dilakukan dengan bekerja sendiri dengan membuka usaha per kelompok sesuai keahlian masing-masing," imbuhnya.
Bagi Gus Muhdlor warga Sidoarjo, tidak mungkin bisa berusaha tanpa memiliki keahlian. Bahkam tidak mungkin bisa survive (berkembang dan bertahan) hidup.
"Tanpa ada hal yang menjadi daya jual serta bargaining orang memakai keahlian kita tidak mungkin bisa survive," tegasnya.
Gus Muhdlor mendorong pelatihan kerja percepatan realisasi 100.000 lapangan kerja mulai dicicil dengan adanya pelatihan kerja ini. Pihaknya berharap ke depan bukan hanya memberi pelatihan saja. Akan tetapi juga memfasilitasi dengan memberikan stimulus pinjaman usaha melalui Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) dan Kartu Usaha Perempuan Mandiri (Kurma).
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Saat peserta sudah punya keahlian, mereka akan lebih muda dan memiliki kesempatan mendapat penghasilan. Jangan pasrahkan masa depan pada pabrik atau sama orang lain. Semua harus upgrade skill (perbaiki kemampuan). Nanti akan dicari karena memiliki keahlian itu," tandas alumnus Fisip Unair Surabaya ini.
Sementara pelatihan yang mulai tanggal 5 bakal berakhir 16 Maret 2021 untuk spa Refleksologi. Sedangkan pelatihan Barista mulai tanggal 5 sampai 15 maret 2021 dan pendingin AC mulai tanggal 5 sampai 29 Maret 2021 mendatang. Hel/Waw
Editor : Redaksi