Sidoarjo (republikjatim.com) - Berbagai cara dan upaya dilakukan warga dan Pemerintah Desa Candipari, Kecamatan Porong dalam mengurangi volume debit air di dalam sungai yang memicu banjir. Salah satunya dengan cara membersihkan saluran sungai dari sampah yang menumpuk dan menyangkut di jembatan sungai desa itu.
"Sampah yang menumpuk dan menyangkut di jembatan itu kiriman. Sampah terbawa aliran air sungai dari barat desanya hingga menyumbat saluran air. Itu memicu air tidak bisa mengalir lancar dan meluap menyebabkan banjir di desa kami," ujar Pj Kepala Desa Candipari, Buari, Selasa (19/01/2021).
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Buari menjelaskan tumpukan sampah di sungai itu, menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadi luapan air sungai dan memicu banjir. Menurutnya jika sampah tidak bersihkan, maka air akan meluber ke jalan sebelah barat desa dan mengarah ke pemukiman warga Desa Candipari maupun warga Desa Pesawahan.
"Begitu juga sungai yang berada di wilayah Desa Pesawahan, juga terjadi luapan air banjir yang menggenangi rumah warga karena air tidak bisa mengalir lancar. Kalau sampah dibersihkan, minimal dapat mengurangi volume ketinggian air. Sehingga aliran air sungai mengalir seperti biasanya," imbuhnya.
Saat disinggung soal bantuan, Buari tidak memungkirinya, jika warganya membutuhkan pengadaan air bersih, obat-obatan, sepatu bot dan MCK.
"Kalau ada bantuan itu, sangat berterima kasih. Itu kebutuhan warga saat ini," tegasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara Plt Camat Porong, Choirul Anam mengakui beberapa wilayah desa di Porong masih tergenang air banjir. Bahkan air banjir masuk ke dalam rumah-rumah warga. Selain itu, air banjir masuk ke kantor Desa Pesawahan yang turut terendam banjir. Namun, pihaknya menjamin pelayanan tetap berjalan normal seperti biasanya, meski kondisi air sudah masuk ke beberapa ruangan.
"Sebagian juga mengeluarkan gelembung atau babel-babel dari dalam tanah. Saat ini warga yang terdampak banjir membutuhkan bantuan pengadaan air bersih, obat-obatan, sepatu bot dan MCK. Itu seperti yang diminta warga kepada Pemerintah Desa maupun ke Pemerintah Kecamatan. Kami berharap bantuan itu, segera direalisasikan," tandasnya. Yan/Waw
Editor : Redaksi