RSUD Sidoarjo Overload Pasien Covid-19, Dewan Sarankan Tambahan Rumah Sakit Rujukan

republikjatim.com
OVERLOAD - Kondisi RSUD Sidoarjo yang sejak beberapa hari terakhir overload pasien Covid-19 mendorong Komisi C DPRD Sidoarjo menyarankan penambahan rumah sakit rujukan Covid-19 di Sidoarjo.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejak beberapa hari terakhir, RSUD Sidoarjo terpaksa tidak menerima pasien Covid -19. Hal ini disebabkan ruang isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit milik daerah Sidoarjo ini overload.

Karena itu, anggota dan pimpinan Komisi D DPRD Sidoarjo menyarankan adanya penambahan rumah sakit rujukan baru di Sidoarjo. Apalagi, sekitar 9 rumah sakit rujukan di Sidoarjo kondisinya hampir penuh semua.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Kami menyarankan adanya penambahan rumah sakit rujukan. Tambahan ini untuk menampung pasien Covid -19 yang baru berdatangan. Kalau tidak ditambah, maka harus membuat lagi rumah sakit darurat seperti dulu," ujar Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, M Dhamroni Chudlori kepada republikjatim.com, Senin (04/01/2021).

Selain itu, lanjut politisi senior PKB ini saat ini sejumlah rumah sakit di Sidoarjo siap untuk dijadikan rumah sakit rujukan. Seperti RSI Aminah di Kecamatan Prambon.

"Di rumah sakit ini, memiliki sekitar 30 kamar di lantai 3. Rencananya mau mengajukan diri ke Dinkes Sidoarjo sebagai rumah sakit rujukan," ungkapnya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Tidak hanya itu, politisi asal Tulangan ini menegaskan selain menambah rumah sakit rujukan, Dhamroni juga mengingatkan jika Pemkab harus menggalakkan lagi peran Satgas Covid-19 di tingkat desa. Kasus Covid-19 di Sidoarjo, belum 100 persen terkendali.

"Karena itu, upaya pencegahan hingga tingkat desa juga patut untuk didisiplinkan kembali. Seperti upaya awal adanya Covid-19 dulu," tegasnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara itu, Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan menyebutkan saat ini ada 223 pasien Covid-19 yang sedang di rawat di ruang isolasi RSUD Sidoarjo. Bahkan, 16 pasien terpaksa ditempatkan di IGD karena ruang isolasi penuh. Mereka juga mengantre untuk masuk ruang isolasi.

"Karena itu, kami (rumah sakit) menutup layanan IGD sampai 3 Januari. Pasien yang bergejala ringan dikirim isolasi mandiri di hotel," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru