Sidoarjo (republikjatim.com) - Perhatian Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) terhadap nasib para petani di Sidoarjo sangat serius. Paslon yang diusung 5 partai dengan 18 kursi di DPRD Sidoarjo ini, menyiapkan sejumlah program agar petani Sidoarjo semakin sejahtera serta harkat dan martabatnya terangkat. Salah satunya dengan menyiapkan program skema subsidi asuransi pertanian sebesar 50 persen dari nilai asuransi sebesar Rp 50.000 dalam satu hektar itu. Subsidi asuransi ini, sebagai upaya melindungi para petani, saat mengalami gagal panen. Baik itu disebabkan karena bencana alam maupun adanya serangan hama. "Kalau saya diamanahi memimpin Sidoarjo, saya menyiapkan subsidi asuransi pertanian. Program ini sebagai upaya kami meminimalisasi kerugian yang dialami para petani Sidoarjo saat mengalami gagal panen. Pemkab Sidoarjo akan memberi subsidi 50 persen untuk biaya asuransi pertanian," ujar Cabup BHS usai berdialog dengan puluhan petani Desa Bendotretek, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Rabu (11/11/2020).
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Menurut politisi yang pernah meraih penghargaan anggota DPR RI Teraspiratif Tahun 2019 ini, program subsidi asuransi pertanian disiapkan, lantaran sebagian petani di Sidoarjo, termasuk para petani Desa Bendotretek serintmg mengeluh gagal panen. Selain disebabkan karena faktor alam (cuaca) juga kerap terserang hama terutama hama tikus dan wereng. Bahkan, hama tikus menjadi persoalan utama yang dihadapi para petani Desa Bendotretek.
"Hasil panen padi petani jelas berkurang saat terserang hama. Bisa jadi turunya hasil panen hingga 50 persen. Petani yang biasanya panen 8 ton turun menjadi 4 sampai 5 ton dalam satu hektar. Karena itu, selain subsidi asuransi, kami (BHS - Taufiq) juga bakal memaksimalkan penanganan hama tikus menyiapkan bantuan alat pertanian pengusir hama tikus atau lainnya," imbuhnya.
Tidak hanya itu, saat berdialog para petani juga mengeluhkan ketersediaan pupuk bersubsidi. Petani mengeluh karena jatah pupuk bersubsidi kerap mengalami keterlambatan. Yakni pupuk biasanya baru datang sebulan setelah masa tanam selesai.Padahal pupuk bersubsidi dari pemerintah jumlahnya masih sangat berkecukupan.
"Soal kelangkaan dan keterlambatan distribusi pupuk bersubsidi Ini akan saya usahakan dan saya jamin aman. Kami akan selalu berkoordinasi langsung dengan PT Petrokimia (produsen pupuk) agar petani Sidoarjo diprioritaskan jatahnya," tegas Alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini.
Sedangkan untuk mengangkat harkat dan martabat petani serta proses regenerasi petani, BHS bakal menyiapkan program petani menjadi guru. Yakni petani harus siap menjadi guru dengan mengajar ekstrakurikuler bertani di SD, SMP dan SMA. Agar para petani menularkan keahlian dan pengalamannya kepada para siswa, mulai kelas 5 dan 6 SD, siswa SMP dan siswa kelas 1 SMA dalam bertani dan bercocok tanam. Harapannya, program ini mampu mencetak generasi muda yang mau menggeluti bidang pertanian. Apalagi, selama ini program regenerasi petani di Sidoarjo sudah tidak ada. Bahkan sudah putus lantaran anak petani rata-rata memilih bekerja di industri.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Setelah bertemu puluhan kelompok tani dari berbagai wilayah kecamatan, permasalahan yang dihadapi petani Sidoarjo hampir sama semua. Yakni mulai masalah irigasi, pupuk, hama dan penjualan (pemasaran) hasil panen padi. Kalau selama ini, setiap masa panen, petani kerap kesulitan menjual padi hingga hasil panen dijual ke tengkulak dengan harga murah, nanti kami upayakan agar hasil pertanian Sidoarjo dikonsumsi warga Sidoarjo. Khittoh Sidoarjo sebagai wilayah pertanian akan kita kembalikan," ungkap pengusaha sukses ini.
Sementara salah seorang petani Bendotretek, Munali berharap BHS - Taufiq bisa membantu para petani mendapatkan pupuk saat masa tanam padi dalam beberapa hari. Baginya, masalah utama pertanian di kampungnya adalau soal ketersediaan pupuk bersubsidi. "Sekaligus nanti Pak BHS membenahi saluran tersier untuk mengairi sawah-sawah milik para petani. Sekarang, kami sudah mengikuti asuransi pertanian agar kalau gagal panen tidak merugi besar. Alhamdulillah kalau Pak BHS bakal memberi subsidi untuk pembayaran asuransi pertanian itu," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi