Sidoarjo (republikjatim.com) - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) menilai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mampu bertahan dan tidak terpengaruh pandemi Covid-19 layak diapresiasi. Paslon nomor urut 1 ini, apresiasi untuk UMKM yang mempekerjakan sekitar 60 karyawan ini, yakni dengan memberikan bantuan modal dengan bunga rendah.
Salah satunya adalah UMKM milik Hadi Soecipto dan Ny Ika warga Desa Wangkal, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. UMKM produsen tas dan dompet ini, tak terpengaruh dengan adanya pandemi akibat virus Corona. Selain tidak mengurangi jumlah karyawannya juga produksinya tetap mencapai sekitar 4.000 tas per hari. Bahkan di saat pandemi CV Frida Jaya Collection ini kewalahan memenuhi permintaan konsumen dalam jumlah besar lantaran terkendala modal usaha.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Saya sangat mengapresiasi UMKM Tas Pak Cipto dan Bu Ika. Di saat pandemi, usahanya masih bertahan saat Corona. Bahkan produk-produknya berkualitas. Ini patut diapresiasi dengan insentif. Yakni insentif permodalan dengan bunga rendah," ujar Cabup BHS kepada republikjatim.com, Jumat (30/10/2020).
Insentif itu, lanjut mantan anggota DPR RI ini dibutuhkan untuk stimulus penambahan modal. Apalagi, sejak Pak Jokowi menggelontorkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 190 triliun usaha produksi tas itu tidak pernah mendapatkan bantuan modal dari program pusat itu. Bahkan bantuan hibah baik berupa modal maupun mesin tak pernah diterima usaha rumahan yang sudah berskala eksport itu.
"Sekarang UMKM tas ini mala pinjam modal di bank dengan bunga 14,4 persen setahun. Bunga itu jauh lebih mahal dari bunga komersial. Selayaknya UMKM ini dapat bunga murah dari KUR itu. Hal ini seperti yang diterapkan di Malaysia. UMKM setelah dapat bunga rendah dibebaskan bunganya, cicilan direndahkan hingga cicilannya dibebaskan saat sudah berkembang. Akan tetapi, tetap wajib membayar pajak saja," imbuhnya.
Karena itu, kata Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini dirinya bakal mengawal UMKM produsen tas itu agar mendapatkan bantuan modal program KUR. Karena bunganya masih tergolong rendah yakni 6 persen setahun. Apalagi, bantuan modal untuk UMKM dari KUR itu ada jaminan dari Askrindo dan Jamkrindo. Selama ini Askrindo dan Jamkrindo mendapatkan bantuan Penyertaan Modal Negara (PMN). Hal ini untuk dimanfaatkan jaminan bagi peminjam yang tak mampu membayar cicilannya.
"Saya akan koordinasikan agar UMKM tas ini ke bank dengan menerapkan bantuan modal mendekati KUR. Saya akan dorong agar mendapatkan bunga murah. Kalau memang terpaksa akan pindahkan ke KUR atau take over agar tidak membebani pemilik UMKM tas. Saya juga meminta semua perizinan tidak dipersilut. Semua akan kami percepat," tegas Cabup Sidoarjo yang diusung 5 partai ini.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara pemilik UMKM Tas Hadi Soecipto mengakui usahanya tak terpengaruh Covid-19. Bahkan saat ini, masih mampu memproduksi 4.000 tas per hari dengan mengandalkan 50 sampai 60 karyawannya yang sebagian besar ibu rumah tangga itu.
"Untuk pasarnya hanya di Surabaya dan Japanan. Sekarang waktunya pengembangan tetapi masih terganjal permodalan. Termasuk ada yang pesan tas sehari satu kontainer belum bisa diwujudkan karena belum ada tambahan modal untuk menambah tenaga kerjanya. Karena bahan bakunya tidak ada kendala sama sekali," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi