Gus Muhdlor Cabup Santri yang Siap Adu Gagasan dan Program Mensejahterakan Warga Sidoarjo

republikjatim.com
SANTRI - Calon Bupati Sidoarjo 2020 dari kalangan santri, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) saat berziarah ke makam KH Sahlan, Dusun Sidorangu, Desa Watugolong, Kecamatan Krian, Sidoarjo beberapa hari lalu.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menjadi salah satu Calon Bupati (Cabup) Sidoarjo yang identitasnya mewakili kalangan santri dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sidoarjo 9 Desember 2020 mendatang. Konsekuensi, Cabup yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo ini, harus memliliki perhatian lebih dalam mengembangkan Sidoarjo sebagai Kota Santri.

Apalagi, selama ini Alumnus Fisip Surabaya diasuh dan didik langsung ayahandanya sendiri, Pengasuh Pesantren Bumi Sholawat, KH Agoes Ali Masyhuri. Hal ini tentu menjadi modal tersendiri bagi Cabup dari kalangan santri ini. Belum lagi, sejak kecil sampai kini, Gus Muhdlor hidup di lingkungan pesantren.

Baca juga: Tanamkan Karakter Sadar Pajak Sejak Dini, Kanwil DJP Jatim II Gandeng 15 SMP di Sidoarjo

Kini Gus Muhdlor juga masih menjabat Direktur Pendidikan Pesantren Progresif Bumi Sholawat. Tak hanya nyantri di Sidoarjo saja, Gus Muhdlor juga pernah belajar di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Lirboyo, Kediri. Dampaknya, karakter santri dalam diri Gus Muhdlor sudah mendarah daging.

Karena itu, memiliki banyak gagasan untuk mengakomodir kebutuhan santri yang bersinergi dengan 17 program unggulan Pasangan Calon (Paslon) Muhdlor - Subandi. Diantaranya, mulai program pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) santri, santri mandiri, insentif guru ngaji, insentif guru agama dan madin serta banyak lagi program lainnya. Bahkan Gus Muhdlor - Subandi pun siap beradu program dengan dua Paslon lainnya.

Baca juga: Tindak Lanjuti Arahan KPK, Bupati Subandi Warning Kontraktor Sidoarjo Harus Kerja Tepat Waktu dan Jaga Kualitas

"Cukup banyak kebijakan dari kami kalau diamanahi memimpin Sidoarjo yang bisa mensejahterakan santri dan mengembangkan Kota Santri ini," ujar Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Jumat (23/10/2020).

Dalam momentum hari santri ini, kata Gus Muhdlor mengingatkan kembali agar umat Islam, ulama dan kiai serta para santrinya tetap berjuang dan hukumnya wajib untuk mempertahankan kemerdekaan NKRI.

Baca juga: Ringankan Beban Warga Miskin, 2.052 KPM di Sidoarjo Terima Bantuan Pangan Beras 40 Kilogram dan Minyak Goreng 4 Liter

"Perjuangan saat ini bisa diisi dengan berusaha dan bekerja keras mengisi pembangunan. Termasuk menjadikan Sidoarjo Maju, Aman dan Sejahtera (Sidoarjo MAS)," tandasnya. Zak/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru