Sidoarjo (republikjatim.com) - Hampir di dalam setiap kesempatan dan acara, Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono mengajak undangan untuk ikut serta mencegah penyebaran Covid-19. Kali ini, Pj Bupati Sidoarjo mengajak puluhan pengusaha rokok menurunkan penyebaran covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan di pabriknya masing-masing.
Sedikitnya ada 60 industri rokok di Sidoarjo yang mengikuti sosialisasi ketentuan di bidang cukai bertema Gempur Rokok Illegal yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kerjasama dengan Bea Cukai Jawa Timur dan Pemkab Sidoarjo.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Aktivitas ekonomi bisa berjalan lancar itu bergantung raport Covid-19. Kalau raport covid-19 merah pergerakan ekonomi pasti menjadi terbatas," ujarnya, Kamis (15/10/2020) di Aston Hotel, Sidoarjo.
Hudiyono menjelaskan pergerakan ekonomi bisa jalan dan pergerakan sosial bisa jalan, semua bergantung dari raport covid-19. Sekarang kalau raport Covid-19 merah pergerakan menjadi terbatas.
"Sekarang Sidoarjo berstatus orange, kalau mau jadi raport kuning itu kita harus bersama-sama saling mengingatkan menjaga protokol kesehatan," tegasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Karena itu, Forkopimda Sidoarjo sudah mengambil langkah tegas. Yakni ada 5.600 lebih yang sudah disanksi denda karena melanggar protokol kesehatan.
"Hasilnya angka penyebaran Covid-19 sekarang trennya menurun. Ini semata-mata agar Sidoarjo segera berubah kuning," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi