Musrengbangdes Bakungpringgondani Serap Penanganan Covid-19, Usulan 2021 Sama Seperti Tahun Lalu

republikjatim.com
MUSRENBANGDES - Pemdes Bakungpringgondani Balongbendo Sidoarjo menggelar Musrengbangdes Tahun 2021 di Pendopo Baldes setempat, Rabu (26/08/2020) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Desa Bakungpringgondani Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di pendopo balai desa, Rabu (26/08/2020) malam. Musrenbangdes ini mempersiapkan seluruh rencana pembangunan desa yang bakal direalisasikan anggaran Tahun 2021 mendatang.

Akan tetapi karena musibah wabah virus Corona (Covid-19) usulan ada yang belum terealisasi sepenuhnya. Hal ini, karena difokuskan penanganan dan penanggulangan Covid-19. Selain itu, berdampak pada ekonomi pada level desa dengan memberi Bantuan l Langsung Tunai (BLT) DD selama 3 bulan sebesar 600.000 per bulan untuk gelombang pertama. Selanjutnya 300.000 per bulan.

Bahkan Dana Desa diperuntukkan untuk penanggulangan dan pencegahan Covid-19. Salah satunya membentuk tim relawan desa. Hasilnua usulan Musrengbang desa kali ini tetap pada usulan tahun kemarin yang diusulkan kembali Tahun 2021.

Musrenbang ini dihadiri sejumlah perwakilan warga. Diantaranya RT, RW, Karang Taruna, PKK, Tomas, Toga, BPD, Pendamping Desa dan pihak Kecamatan Balongbendo diwakili Sekcam Fatchur dan Kasi Pembangunan Anang Arianto dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Karena musibah dampak pandemi Covid-19 ini rencana usulan pembangunan yang ada tertunda karena ada musibah pandemi Covid-19. Kami pemerintah Desa Bakung pringgondani minta maaf," ujarnya Pj Kades Bakungpringgondani, Riadi kepada republikjatim.com, Rabu (26/08/2020) malam.

Riadi mengaku bersyukur desa kita tidak sampai zona merah berkat doa dan ikhtiar bersama. Karena tingkat kesembuhan warga yang terkena virus Covid-19 lambat laun berangsur pulih.

"Ini patut disyukuri karena semua berkat partisipasi dan kerja sama yang baik antara tim relawan desa lawan Covid-19. Di dalamnya ada RT, RW, bidan desa, Babinsa, Bhabhinkamtibmas dan pendamping desa," tegasnya.

Riadi mengingatkan jika pelaksanaan Pilkades ditunda setelah Pilkada sesuai dengan SE Mendagri.

"Kami berharap agar guyub rukun demi kemajuan desa," pintahnya.

Sementara Kasi Pembangunan Kecamatan Balongbendo, Anang Arianto menegaskan pihaknya hanya menambahkan semua usulan tahun kemarin diusulkan kembali untuk tahun berikutnya. Kami berharap sesuai dengan azas kebutuhan, bukan azas kepentingan semata.

"Kalau azas kebutuhan dikedepankan berarti akan sesuai dengan hajat hidup orang banyak dan bermanfaat. Begitu juga sebaliknya," tandasnya. Zak/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru