LCC di Sidoarjo Diikuti 300 Pembalap, 5 Tim Pembalap Malaysia

republikjatim.com
TECHNICAL MEETING - Panitia LCC seri ke 26 memberikan penjelasan saat technical meeting di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (08/03/2018).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Lomba Customs Cycling (LCC) kembali digelar di Kabupaten Sidoarjo mulai 9 sampai 11 Maret 2018 besok. Sidoarjo kembali terpilih menjadi tuan rumah event kejuaraan balap sepeda tingkat nasional ini karena di Jawa Timur, Sidoarjo dikenal kerap mencetak atlet balap sepeda berskala nasional itu.

"Sidoarjo kembali jadi tuan rumah LCC karena Sidoarjo menjadi kabupaten terbanyak mencetak atlet balap sepeda," terang Ketua Panitia Pusat LCC, M Irham seusai technical meeting, di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (08/03/2018).

Saat ini, kata Irham merupakan LCC ke 26. Pesertanya diikuti sekitar 300 atlet balap sepeda. Mereka berasal dari seluruh Indonesia ditambah pebalap sepeda dari negeri jiran (Malaysia). Menurutnya, ada lima tim dari Malaysia. Mereka berasal dari 5 negara bagian yakni Negeri Trenggano, Johor, Selangor, Perak, dan JSM.

"300 pebalap sepeda ini terdiri dari 91 klub Indonesia maupun Malaysia. Kalau tahun lalu persertanya hanya 200 pembalap sekarang naik jadi 300 pembalap. Khusus pebalap dari Malaysia ikut LCC untuk mengetahui kemampuan atlet balap sepeda Indonesia," imbuhnya.

LCC ini bakal mempertandingkan tiga kelas. Yakni Individu Time Trial (ITT) yang digelar di Desa Tlocor, Kecamatan Jabon 9 Maret 2019. Kelas Individu Road Race/Circuit Race di Desa Keret, Kecamatan Krembung 10 Maret 2018 dan kelas Criterium di sekitar Alun-alun Sidoarjo 11 Maret 2018 besok.

"LCC digelar untuk mencari bibit pebalap sepeda. Pesertanya berusia 16 tahun ke bawah. Atlet berprestasi nasional yang pernah mengikuti LCC Seri, diantaranya Projo dan Teri Yuda Kusuma. Adapula Angel. Itu semua dari LCC Seri," tegasnya.

Sementara Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Sidoarjo, Aan Alifauzansyah menegaskan LCC ke 26 ini memperebutkan Piala Bupati Sidoarjo. LCC kali ini direspon banyak atlet balap sepeda karena sebagai persiapan Porprov dan PON. Oleh karenanya, event ini menjadi kebanggan tersendiri bagi Sidoarjo sebagai tuan rumah.

"LCC harus dikembangkan lagi. Soal peserta yang membutuhkan penginapan akan jadi PR tersendiri bagi Sidoarjo. Peluang ini harus bisa dimanfaatkan masyarakat lokal meningkatkan nilai ekonomis. Misalnya, di Jabon dan Tulangan rumah penduduk dijadikan homestay. Peluang ini akan kami laporkan ke Bupati. Disamping untuk menggali prestasi olahraga, juga menggerakkan perputaran ekonomi Sidoarjo," tandas Aan, yang juga menjabat Kabag Protokol Pemkab Sidoarjo ini. Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru