Solidaritas Pemdes Penambangan Gelar Doa Bersama 7 Hari Kasun Kedungsari

republikjatim.com
DOA BERSAMA - Pemerintah Desa Penambangan dan jajaran serta kedua anaknya almarhum Ach Muhajir saat Doa Bersama mengenang 7 hari meninggalnya Kasun Kedungsari di Pendopo Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Kamis (06/08/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Meninggalnya Kepala Dusun (Kasun) Kedungsari, Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Ach Muhajir menyisahkan duka cita mendalam bagi keluarga dan warga. Kasun meninggal sekitar, Sabtu (01/08/2020) pekan lalu.

Duka mendalam ini, seperti yang dirasakan Pemerintah Desa (Pemdes) Penambangan beserta jajaran. Karena itu, Pemerintah Desa menggelar Doa Bersama dan Tahlil mengenang 7 hari wafatnya perangkat desa itu di Pendopo kantor desa setempat, Kamis (06/08/2020). Doa bersama ini digelar dengan tetap menjalankan Protokol Kesehatan.

Acara ini langsung dipimpin Kaur Kesra Agus Salim. Acara dihadiri Panit Binmas Polsek Balongbendo Aiptu Ar Maksum dan Babinsa Sertu Imam Kambali beserta 2 anak almarhum. Sebelum doa bersama dimulai, digelar ungkapan pesan dan kesan sosok almarhum Ach Muhajir oleh sejumlah jajaran Pemdes Penambangan.

Bendahara Desa Penambangan Rohmadi mengaku semua merasa kehilangan sosok Ach Muhajir. Menurutnya, almarhum sebagai pekerja keras (akas). Bahkan, solidaritas terhadap teman sangat baik, karena saya sering bersinggungan.

"Dia selalu bekerja sama dengan teman. Kalau ada kesulitan diatasi sendiri. Terkadang dalam hati, kenapa tidak bilang ke saya atau teman lainnya," ungkapnya.

Rohmadi menguraikan sebagai teman dirinya hanya bisa mendoakan. Selain itu, bakal meneruskan tanggung jawab almarhum yang belum terselesaikan.

"Sebagai teman, kalau ada kesalahan almarhum tentu dengan lapang dada harus bisa memaafkan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan. Selamat jalan kawan. Semoga semua amal ibadahmu diterima sisi Allah SWT," paparnya.

Sementara salah satu anak almarhum, Miftakhul Jannah mengaku tidak ada firasat sama sekali kalau ayah bakal dipanggil. Malah saat itu ayah tidur di ruang tengah dengan bantal.

"Mungkin ini sudah suratan takdir. Saya mohon maaf kalau ada kesalahan ayah saya selama ini," pungkasnya. Zak/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru