Untuk Penyegaran, Kades Terungkulon Krian Mutasi 4 Perangkat Desa

republikjatim.com
LANTIK - Kepala Desa Terungkulon, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Joko Sarwono melantik empat orang perangkat desa, Jumat (26/06/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sedikitnya empat perangkat Desa Terungkulon, Kecamatan Krian, Sidoarjo menjalani pelantikan di balai desa setempat, Jumat (26/06/2020). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini, dipimpin langsung oleh Kepala Desa Terungkulon, Joko Sarwono.

Keempat pejabat setingkat desa yang mendapatkan tugas baru itu, diantaranya Syamsuri sebagai Kasun Terungkulon, Masrukin sebagai Kasi Pelayanan, Mujiati sebagai Kaur Keuangan dan Moh Chusen Abror menjabat Kasi Pemerintahan.

Kepala Desa (Kades) Terungkulon, Joko Sarwono mengatakan pengambilan sumpah jabatan ini bagian dari prosesi mutasi jabatan di jajaran pemerintah desa. Saat ini Desa Terungkulon memiliki 10 perangkat desa. Pelantikan pejabat baru itu, digelar di hadapan undangan. Diantaranya BPD, tokoh masyarakat, Ketua RT/RW dan lembaga desa lainnya.

"Mutasi (rolling) jabatan ini, semata-mata untuk kebutuhan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Tujuannya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sekaligus untuk penyegaran tugas dan penyesuaian keahlian. Harapannya pemerintah desa semakin optimal dalam melayani masyarakat," ujarnya.

Sementara Camat Krian, Agus Maulidy yang ikut menyaksikan pelantikan menegaskan mutasi perangkat desa kewenangan Kades dalam memilih dan menempatkan pembantunya (perangkat desa) dalam menjalankan roda pemerintahan. Tujuan akhirnya mereka dapat bekerja dan membantu Kades secara maksimal.

"Mutasi pejabat desa ini diperbolehkan dan dibenarkan peraturan perundang-undangan," tegasnya.

Selain itu, Agus mewanti wanti kepada seluruh yang hadir dalam pelantikan ini agar tetap menjalankan protokol kesehatan. Apalagi, saat ini pandemi Covit-19 masih berlangsung.

"Saya berharap semua warga tetap menerapkan protokol kesehatan. Mulai rajin cuci tangan dengan sabun, pakai masker, jaga jarak dan tidak bepergian jika tidak perlu. Berakhirnya PSBB bukan berarti pandemi Covid-19 berakhir. Saya harapkan ini disampaikan kepada warga lainnya," tandasnya. Rto/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru