Sidoarjo (republikjatim.com) - Upaya sejumlah warga Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo patut dijadikan contoh. Warga mampu menyulap aliran air sungai menjadi destinasi wisata air.
Bahkan kini, wisata air yang mengandalkan aliran air sungai itu sudah mulai ramai di kunjungi warga sekitar. Padahal, pembukaan destinasi wisata baru itu belum genap sepekan.
"Wisata air ini hasil inisiatif dan gotong royong warga RT 12 RW 04. Awalnya kami hanya mengingingkan sungai di kampung kami terlihat bersih," ujar salah seorang tokoh masyarakat Desa Ngaban, Kuswadi kepada republikjatim.com, Minggu (14/06/2020).
Lebih jauh, pria 55 tahun ini menceritakan sebelumnya warga bergotong royong membersihkan sungai dari tumpukan tanaman air enceng gondok dan sampah. Saat sudah terlihat bersih, warga berinisiatif melengkapinya dengan berbagai jenis perahu.
"Semua hasil swadaya warga. Kami senang karena sekarang mulai ramai dikunjungi warga. Mulai anak- anak hingga orang dewasa mengantre untuk merasakan perahu air yang disewakan itu," imbuhnya.
Karena mulai dikunjungi warga, lanjut Kuswadi tujuan warga mengelolah sungai itu tercapai. Yakni tujuan awalnya untuk mengangkat perekonomian masyarakat Desa Ngaban. Baginya, pembangunan ikon wisata desa itu bukan perkara mudah. Sebelum disulap, sungai di kampung itu awalnya juga dipenuhi sampah dan tanaman liar. Melihat kondisi sungai yang lebar dan airnya terus mengalir, warga kemudian menggagasnya untuk memanfaatkan sungai itu.
"Idenya ya membuat wisata air ini. Kami bergotong-royong bersihkan sungai selama dua pekan. Setelah bersih, satu persatu perahu air didatangkan. Sekarang ada 10 unit sepeda air ditambah 3 perahu motor dan speedboat itu," tegasnya.
Selain berbagai perahu bisa disewa dengan harga murah, kata Kuswadi pihak desa juga bakal menyiapkan warung apung di lokasi itu. Cukup dengan bayar Rp 10.000, pengunjung dapat menikmati fasilitas sepeda air selama 30 menit.
"Pembukaan warung warung itu untuk menambah fasilitas dan lahan berjualan makanan bagi warga," paparnya.
Sementara salah seorang pengunjung, Indah mengaku senang dengan destinasi wisata baru hasil inovasi warga itu. Menurut perempuan 27 tahun ini, lokasinya sangat dekat dan murah.
"Wisata baru ini bisa untuk hiburan anak-anak dan pengunjung yang datang untuk mengantarkan anaknya. Saya yang awalnya penasaran sekarang sudah bisa menikmatinya," tandasnya. Yan/Hel/Waw
Editor : Redaksi