Sidoarjo (republikjatim.com) - Lahan bekas Pabrik Gula (PG) Toelangan seluas 7,5 hektar yang terletak di JL Raya Tulangan, Sidoarjo bakal disulap menjadi wisata edukasi dan entertainment berbasis high tecnology. Rencananya itu, disampaikan investor PT Astin dihadapan anggota dan pimpinan Komisi D DPRD Sidoarjo dan Disparpora Pemkab Sidoarjo, Jumat (13/03/2020).
Rencananya PT Astin bakal mengelolah bekas PG Toelangan itu dengan sistem kontrak selama 20 sampai 25 tahun.
"Yang menjadi dasar kami tertarik mengelola lahan bekas PG Toelangan itu, salah satunya karena tempat akses dan transportasinya muda dijangkau. Selain itu juga memadai karena cukup dekat dengan Bandara Juanda dan Terminal Bungurasih," terang Owner PT Astin, Etsa RD saat hearing konsep wisata eks PG Toelangan di ruang Paripurna DPRD Sidoarjo, Jumat (13/03/2020).
Etsa menguraikan konsep wisata edukasi ini bakal menggunakan konsep High Tecnology. Hal itu agar dapat memberi pengalaman dan pengetahuan bagi masyarakat Jawa Timur khususnya Daerah Sidoarjo baik soal proses produksi gula dan lainnya yang serba digital.
"Termasuk akan dilengkapi robot dan lainnya. Sedangkan untuk mesin dan peralatan pembuatan gula tidak akan dipindahkan. Sarana dan prasarana itu, akan diberi audio visual," ungkapnya.
Bagi Etsa untuk mengelolah bekas PG Toelangan itu, pihaknya saat ini sudah berkomunikasi dengan PTPN X untuk mematangkan konsep wisata edukasi dan entertainment itu. Kemungkinan besar konsepnya tidak jauh, dengan konsep wisata yang sudah dijalankannya di Bandung, Jawa Barat.
"Kami sangat berterimakasih untuk DPRD Sidoarjo karena sudah mengundang kami untuk memaparkan konsep ini," tegasnya.
Sementara Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, M Dhamroni Chudlori menilai dengan adanya investor ini maka akan berdampak baik untuk perekonomian masyarakat Sidoarjo. Apalagi, selama ini lahan bekas PG Teolangan itu, sudah lama tidak difungsikan.
"Bagi kami, konsepnya memang sangat menarik. Tinggal ditunggu hasil komunikasi PT Astin dan PTPN X. Kami berharap peluang ini dapat segera ditangkap eksekutif. Sehingga segala sesuatu tentang pengembangan wisata edukasi ini bisa segera terwujud. Jangan sampai ada peluang yang disia-siakan," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi