Ponorogo (republikjatim.com) - Hujan deras yang merata mengguyur wilayah Ponorogo, Rabu (1/1/2020) kemarin. Hujan deras selain mengakibatkan sejumlah pohon tumbang melintang di jalan wilayah Kecamatan Pulung, Slahung serta menimpa rumah di Kecamatan Mlarak, juga mengakibatkan plengsengan pengaman jalan di Dusun Sekatputih, Desa Dayakan, Kecamatan Badengan, Ponorogo ambrol.
Peristiwa ambrolnya plengsengan jalan desa yang dibangun Tahun 2017 ini diketahui ambrol, Kamis (02/01/2020) dini hari. Diduga ambrolnya plengsengan ini tak kuat menahan derasnya air. Selain itu, diduga dipicu konstruksi bangunan plengsengan itu rapuh.
Kapolsek Badegan, AKP Suwoyo saat mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP) memgatakan plengsengan ambroldengan tinggi 6,5 meter dan panjang 30 meter. Ambrolnya plengseng yang dibangun Tahun 2017 itu diduga kurang kuatnya kontruksi bangunan.
"Akibatnya plengsengan tidak mampu menahan air karena hujan deras hingga ambrol itu," katanya, Jumat (03/01/2020).
Bagi Suwoyo plengsengan itu sebagai pengaman badan jalan desa. Hal ini bisa membahayakan bagi kendaraan berat saat melintas jalan antar kecamatan itu.
"Dengan adanya kejadian, kami menghimbau agar masyarakat berhati - hati saat melintas lokasi kejadian untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan. Kami sarankan kepada perangkat desa untuk memberi tanda atau rambu, jika perlu jalan ditutup sementara," pintahnya.
Kepala Desa Dayakan, Saroni mengaku plengsengan longsor karena hujan deras. Menurutnya, tidak hanya diplengsengan di daerah bagian atas bukit juga banyak longsoran kecil- kecil. Bahkan di dekat balai desa pondasi talut juga sudah mengalami.
"Kami takut ambrol karena sudah menggantung. Proyek talut balai desa dikerjakan Tahun 2019 ini. Adapun untuk plengseng jalan itu merupakan pengaman jalan jurusan Boto - Sekarputih," tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Ponorogo, Jamus Kunto ketika dikonfirmasi berjanji plengsengan ambrol itu bakal segera diperbaiki tahun ini. Mengingat sebagai pengaman badan jalan poros antar desa.
"Insyaallah Tahun 2020 ini ditangani secepatnya. Paling lambat P-APBD 2020. Untuk kerugian dari plengseng yang rusak karena ambrol kurang lebih sekitar Rp 100 juta," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi