Kejar Target Kota Metropolis, Pemkab Sidoarjo Gandeng BPR Delta Artha Kebut Perbaikan Jalan Rusak Gunakan CSR

republikjatim.com
Direktur Utama PT BPR Bank Delta Artha, Sofia Nurkrisnajati Atmaja, ST MM

Sidoarjo (republikjatim.com) - Komitmen untuk menyulap Kota Delta menjadi kota metropolis yang nyaman dan modern terus dikebut. Langkah besar ini, mendapat suntikan dana segar melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT BPR Bank Delta Artha (Perseroda). Seluruh alokasi dana itu, bakal difokuskan khusus untuk membenahi dan memuluskan infrastruktur jalan yang rusak di berbagai wilayah di Sidoarjo.

​Direktur Utama PT BPR Bank Delta Artha, Sofia Nurkrisnajati Atmaja, ST MM mengatakan pencairan dana CSR ini akan direalisasikan penuh pada bulan Juni 2026 ini. Langkah taktis ini, menjadi bukti nyata dukungan Bank Delta Artha sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam menyokong visi besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

Baca juga: Desak Beri Jamin Netralitas Proses Seleksi Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Dewan Kompak ‘Semprot’ Pansel

​"Sinergi ini, wujud komitmen Bank Delta Artha sebagai BUMD untuk terus mendukung Pemkab Sidoarjo. Kami ingin bersama-sama mewujudkan visi menjadikan Kota Delta sebagai kota metropolis. Dana CSR ini, akan kami gunakan untuk perbaikan jalan rusak agar Kota Delta bisa segera bertransformasi," ujar Sofia Nurkrisnajati Atmaja kepada republikjatim.com, Selasa (02/06/2026).

​Gayung bersambut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Makhmud menyambut baik suntikan dana segar ini. Menurutnya, dukungan dari BPR Delta Artha sangat krusial karena mampu memangkas waktu penanganan jalan rusak di lapangan tanpa harus menunggu proses birokrasi anggaran rutin pemerintah daerah yang biasanya memakan waktu.

​"Benar, ada bantuan CSR dari BPR Delta Artha Perseroda untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan," ungkap Makhmud mengonfirmasi kerja sama itu.

​Mengenai teknis eksekusi di lapangan, Makhmud menjelaskan metode pemeliharaan akan disesuaikan secara spesifik dengan tingkat kerusakan yang ada. Mulai kerusakan ringan (jalan berlubang) petugas akan langsung melakukan penambalan (patching) cepat. Kemudian, kerusakan parah yakni ruas jalan akan langsung diberi tindakan pengaspalan ulang secara menyeluruh (overlay).

Baca juga: Lulus 100 Persen, Siswa Kelas VI SD Al Muslim Rayakan dengan Berbagi Sembako untuk Satpam dan Cleaning Service

"​Saat ini, pihak DPUBMSDA tengah mematangkan pemetaan untuk menentukan skala prioritas agar bantuan ini tepat sasaran," tegas mantan Camat Sukodono ini.

​Hingga saat ini, setidaknya sudah ada sekitar 50 ruas jalan yang masuk ke dalam daftar usulan pembangunan. Jumlah itu, diprediksi masih bisa bertambah seiring hasil survei lapangan terbaru dan laporan yang masuk dari warga.

​"Pemeliharaan kami prioritaskan di wilayah yang butuh penanganan cepat," papar Makhmud.

Baca juga: Sidoarjo Bangga! Wabup Mimik Idayana Dukung Penuh Angkin Siswi SMPN 6 Jadi Finalis Putri Pertiwi Jatim 2026

​Berdasarkan data DPUBMSDA, berikut adalah beberapa kawasan utama yang menjadi fokus perhatian dalam proyek pembenahan bulan ini:


Sementara melalui eksekusi yang dimulai serentak pada bulan Juni 2026 ini, sinergi taktis antara pemangku kebijakan dan BUMD diharapkan dapat memberikan dampak instan yang langsung dirasakan masyarakat.

"Khususnya, dalam hal kenyamanan, kelancaran ekonomi, dan keamanan mobilitas harian warga Sidoarjo," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru