Sidoarjo (republikjatim.com) - Buntut viral video petugas Satpol PP menertibkan penjual mainan anak, mendorong Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana sidak Alun - Alun Sidoarjo, Sabtu (02/05/2026) malam. Dalam sidak itu, Mimik Idayana keliling Alun - Alun, menyapa warga dan berdialog dengan para Pedagang Kaki Lima (PKL).
"Alun-Alun kita bagus dan cantik. Banyak juga pengunjung dari luar Sidoarjo yang berdatangan," ujar Mimik Idayana di sela sidak.
Mimik Idayana mengingatkan pengunjung agar membuang sampah pada tempatnya. Apalagi di lokasi tempat sampahnya juga sudah banyak.
"Mari jaga bersama alun-alun ini agar tertib dan bersih sepanjang hari," pinta mantan anggota DPRD Sidoarjo periode 2019 - 2024 ini.
Kepada para PKL, Mimik secara tegaskan meminta pedagang menjaga kebersihan Alun - Alun.
"Pedagang harus ikut menjaga kebersihan. Karena Alun-alun ini, milik bersama," tegas Mimik yang sempat memborong dagangan PKL yang ditemuinya itu.
Sementara salah seorang pengunjung Alun - Alun Sidoarjo, Ny Ira warga asal Pandaan, Kabupaten Pasuruan meminta lampu Alun-Alun Sidoarjo agar bisa ditambah.
"Kondisi alun-alunnya bagus, hanya lampunya masih kurang terang. Perlu ditambah dan dipe banyak lagi," ungkapnya.
Begitu juga pengunjung lainnya Ani, warga asal Surabaya. Perempuan muda ini justru mengeluhkan kondisi parkirnya.
"Kalau ramai seperti ini, kondisi lahan parkirnya sangat kurang sekali," harapnya.
Sedangkan soal PKL juga kebingungan adanya peraturan baru dan adanya surat edaran larangan berjualan belum mendapatkan solusi. Apalagi, sampai saat ini belum ada solusi penataan ulang bagi PKL Alun - Alun Sidoarjo.
Menanggapi keluhan itu, Mimik Idayana memastikan Pemkab Sidoarjo bakal mengevaluasinya. Mimik mengusulkan para pelaku UMKM tetap boleh jualan di Alun - Alun Sidoarjo.
"Sebagai sarana interaksi sosial dan ekonomi masyarakat, saya usulkan pelaku UMKM dan pedagang bisa berjualan dengan penataan yang tertib plus indah sebagai penggerak ekonomi sekitar Sidoarjo. Karena Alun-Alun Sidoarjo kini difungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) modern, taman keluarga, area main anak-anak dan pusat interaksi sosial ekonomi warga," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi