Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebuah mobil Suzuki Ertiga bernopol W 1774 YT yang dikemudikan Windu Prasetyo warga Dusun Bakalan, Desa Katerungan, Kecamatan Krian, Sidoarjo ludes terbakar di Bundaran Aloha, Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Diduga, kebakaran mobil ini disebabkan hubungan arus pendek (korsleting) aliran listrik di dalam mesin mobil itu.
Beruntung dalam kekabaran mobil ini, 6 penumpang termasuk sopirnya dalam keadaan selamat. Keenam penumpang itu ada sopir dan istrinya beserta 2 anak dan 2 keponakannya.
Namun mobil korban kini hanya tinggal kerangkanya saja. Kini mobil yang berhasil dipadamkan itu dipinggirkan di lahan kosong. Sedangkan para penumpang mobil itu juga sudah dievakuasi dan diselamatkan sebelum mobil ludes habis terbakar.
"Para penumpang mobil langsung turun saat mengetahui mobil terdapat percikan api dan membakar bodi mobil itu," terang Satpam, Khambali yang sempat membantu korban, Rabu (17/10/2018) malam.
Khambali menceritakan saat mobil terbakar, sejumlah warga di sekitar lokasi sempat berusaha membantu memadamkan api. Termasuk menggunakan apar dari beberapa kantor yang ada di dekat lokasi kekabaran itu. Namun api terus membesar menghabiskan mobil.
"Saat sebuah mobil pemadam kebakaran (PMK) tiba, api baru berhasil dipadamkan," ungkapnya.
Sementara sopir mobil, Windu Prasetyo mengaku mobilnya melaju dari Krian hendak menuju Tropodo, Kecamatan Waru karena hendak memeriksakan putrannya yang baru dikhitan. Menurutnya, mobil awalnya melaju normal tanpa kendala apa pun. Saat itu, mobil melaju dari JL Raya Waru (Surabaya) menuju Sidoarjo. Kemudian di bundaran Aloha itu, mobil berputar balik ke arah Surabaya di Bundaran Aloha itu.
"Saat beberapa meter setelah mobil berbelok, tiba-tiba terdengar suara letupan dari kap mobil. Kami mengira suara letupan itu dari area mesin yang berada di bagian depan mobil. Tapi, saya tak tahu apa penyebab letupan itu," ungkapnya.
Seketika itu, lanjut Windu asap tebal mengepul dari kap mobil. Karena ketakutan korban langsung menghentikan laju mobil dan mengajak seluruh penumpangnya turun menyelamatkan diri. Tak berselang lama, asap tebal itu disusul percikan api yang kemudian membara ke seluruh bodi mobil hingga mobil ludes terbakar. Pasca dipadamkan PMK, kini mobil itu tinggal kerangka besinya saja.
"Mobil saya ini masih standar. Tidak diubah atau diotak-atik sama sekali. Makanya saat terbakar saya kaget. Saya sama sekali tidak mengira mobil terbakar. Saya menduga api karena korsleting. Padahal, sebelumnya mobil tidak ada masalah apa pun," pungkasnya.
Sementara kemacetan panjang akibat kebakaran ini. Terutama dari Gedangan hingga menuju TKP Kebakaran itu. Waw
Editor : Redaksi