Sidoarjo (republikjatim.com) - Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Sidoarjo, mulai melaksanakan Manasik Haji di Five Hotel Sidoarjo, Senin (02/02/2026). Diperkirakan hampir 3.000 jamaah akan mendapatkan bimbingan, pendampingan dan ilmu haji itu.
Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim Dr KH Moh As'adul Anam, M Ag mengajak peran serta semua pihak untuk menjadikan rangkaian ibadah haji 2026 bisa sesuai regulasi dan mendapatkan gelar mabrur.
"Jamaah itu melibatkan berbagai unsur, ragam strata sosial serta di dalam satu tempat dan satu waktu. Jadi mengurus banyak orang, mengelola banyak uang, beda tradisi dan kebiasaan mulai bahasa, budaya dan karakter. Jadi, dinamika penyelenggaraan haji itu memang kompleks," ujar KH Moh As'adul Anam membuka acara itu.
Yang perlu menjadi perhatian jamaah, menurut As'adul Anam adalah menara hati, niat dan fisik tetap terjaga. Kebetulan Sidoarjo masuk wilayah kerja Surabaya, yaitu Gresik dan Mojokerto.
"Misi haji 2026 adalah Tri Sukses Haji. Yaitu sukses ritual haji, sukses ekosistem ekonomi haji serta sukses peradaban dan keadaban," pintanya.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Sebelumnya, Plt Kepala Kemenhaj Sidoarjo Hj Eliana M Ag melaporkan regulasi dan Perundang-Undangan, khususnya UU Nomor 14 Tahun 2025 perubahan ketiga UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh dengan target untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan jamaah haji sehingga isthatho'ah.
"Secara demografi, Sidoarjo termasuk daerah penyangga. Sementara yang tercatat 2.681 peserta Calon Hamaah Haji (CJH) untuk mengikuti manasik haji, terbagi dalam lima gelombang atau angkatan," tegas Eliana.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Selain itu, pejabat asli Jember angkatan 1, Kecamatan Waru, Gedangan dan Kecamatan Wonoayu 551 jamaah, angkatan 2, Sidoarjo, Buduran dan Prambon 532 jemaah, gelombang 3, Taman, Sukodono, Balongbendo dan Tarik 530 dan berikutnya Candi, Tanggulangin dan Tulangan 538 CJH. kemudian, angkatan 5 Sedati, Porong, Jabon dan Krembung 530 CJH.
"Kebersamaan dan kekompakan menjadi bagian penting untuk saling berbagi. Materi teknis juga mengenai kesehatan dan bekal ilmu yang lainnya untuk mempermudah proses para CJH," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi