Proyek Betonisasi Kedungrejo - Wadungasri Tak Selesai Bupati Sidoarjo Kecewa Berat, Kureksari Kepuhkiriman Bisa Dilewati

republikjatim.com
SIDAK - Bupati Sidoarjo Subandi melihat progres betonisasi Jalan Kedungrejo - Wadungasri sepanjang 1,8 kilometer mengalami deviasi 34 persen dari batas waktu kontrak pengerjaannya, Minggu (29/12/2025).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Jalan Kureksari - Kepuhkiriman mulai bisa dilewati, Senin (29/12/2025). Hal itu karena proyek Betonisasi Jalan Kureksari - Kepuhkiriman selesai dikerjakan. 

Namun, untuk sementara jalan cor sepanjang 1,340 kilometer itu hanya dapat dilewati kendaraan roda dua saja. Untuk kendaraan besar, masih menunggu sampai beton benar-benar kering dan sudah kuat menahan beban berat kendaraan.

Baca juga: Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anggota Fraksi PKB DPR RI Arzeti Bilbina Perkuat Nilai-Nilai Kebhinekaan Demi Persatuan

Bupati Sidoarjo, Subandi mengecek langsung kualitas jalan beton itu. Subandi memastikan jalan selesai dikerjakan dan siap dilewati kendaraan. 

"Jalan beton Kureksari hari ini sudah selesai, tinggal pengeringan saja," ujar Subandi.

Sebelumnya, Subandi juga melihat progres betonisasi Jalan Kedungrejo - Wadungasri. Namun Subandi kecewa melihat progres pengerjaan jalan beton sepanjang 1,8 kilometer itu mengalami deviasi 34 persen dari batas waktu kontrak pengerjaannya. Padahal, efisiensi waktu tinggal empat hari lagi.

"Hari ini tadi kita hitung, satu sisi (jalan yang dibeton) dia hanya dapat 100 meter, panjangnya 1,8 kilometer. Kalau satu hari 100 meter berarti butuh 18 hari, belum sisi sebelahnya," ungkap Subandi.

Karena itu, Subandi berharap pengerjaan betonisasi Jalan Kedungrejo - Wadungasri dapat segera selesai. Alasannya, mobilitas jalan itu cukup tinggi. Bahkan, aktifitas industri cukup tinggi di kawasan padat penduduk.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Inikan daerah padat penduduk, kasihan warga yang ada di daerah Berbek, ini akan menjadi koreksi kita semua pekerjaan yang lamban ini," tegas Subandi di lokasi sidak.

Subandi sendiri menduga kontraktor pelaksana kekurangan modal untuk percepatan betonisasi Jalan Kedungrejo - Wadungasri. Hal ini karena  pengerjaan pengecoran sebenarnya dapat dikebut sampai 300 meter perhari. Dugaan kurang modal kontraktor pelaksana yang diutarakannya bukan tanpa alasan.

"Saya mengetahui pengerjaan beberapa proyek betonisasi jalan di Sidoarjo dikerjakan satu orang yang sama. Dari Kureksari, Tambakrejo, terus Berbek yang mengerjakan orang satu. Apa itu modalnya tidak ada atau gimana, kita tidak tahu. Coba kalau modalnya mampu, jangan 100 meter, langsung 300 meter 300 meter, kan bisa selesai. Cuma kita tidak tahu, yang tahukan kontraktor pemenang (pelaksana)," katanya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Sementara dalam kesempatan itu Subandi tidak hanya melihat proyek betonisasi saja. Ia juga melihat pengerjaan jembatan penghubung antara Desa Tambaksawah dan Tambaksumur. 

"Saya pikir jembatan di Tambaksawah tidak ada kendala, tinggal percepatan pengerjaan saja," pungkasnya. Ary/Waw

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru