Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi berpartisipasi dalam sesi Presentasi dan Penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025 yang diselenggarakan secara daring melalui virtual Zoom oleh tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Kamis (06/11/2025). Presentasi itu, dilaksanakan di ruang Command of Operational Center (COC) Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penilaian terhadap berbagai inovasi daerah di seluruh Indonesia. Kegiatan ini, bertujuan mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang baik serta pembangunan berkelanjutan berbasis inovasi. Melalui ajang ini, setiap daerah didorong untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi kreatif terhadap tantangan lokal.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen berkelanjutan dalam mengembangkan sistem pemerintahan yang adaptif, efektif dan berbasis digital. Harapannya, mampu memberikan layanan publik yang cepat, transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Subandi memaparkan dua inovasi unggulan daerah. Yakni Mini Distribusi dan Duta Hatiku.
"Dalam penilaian ini, kami membuat sebuah inovasi unggulan yaitu Mini Distribusi dan Duta Hatiku. Inovasi yang kami sajikan ini, terbukti mampu mengatasi tantangan spesifik di daerah kami. Bahkan, memberikan dampak sosial ekonomi yang signifikan serta memastikan sumber daya daerah dimanfaatkan secara optimal," ujar Bupati Sidoarjo, Subandi saat paparan inovasi.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Saat ini, lanjut Subandi Kabupaten Sidoarjo bukan hanya Kota Delta yang menyimpan potensi ekonomi besar saja. Akan tetapi, juga laboratorium inovasi yang tiada henti.
"Kami yakin di era digital ini, inovasi bukanlah pilihan, melainkan mandat untuk memberikan layanan publik yang cepat, tepat dan transparan kepada seluruh masyarakat," ungkap mantan Kades Pabean, Kecamatan Sedati ini.
Sementara Subandi berharap dewan juri dapat melihat upaya keras itu, bukan sekadar sebagai program pemerintah daerah saja.
"Akan tetapi, sebagai budaya kerja baru yang telah mengakar di lingkungan Pemkab Sidoarjo," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi