Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 17 santri korban ambruknya bangunan Musala Putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo mulai teridentifikasi Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim. Sebanyak 17 korban itu teridentifikasi mulai dari korban pertama hingga ke 17 yang diselesaikan hingga, Senin (06/10/2025) petang.
"Hari ini tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim mengidentifikasi tujuh jenazah korban ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny," ujar Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol M Khusnan Marzuki Senin (06/10/2025).
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Khusnan menyebutkan ketujuh korban yang teridentifikasi terakhir diantaranya
Moh Royhan Mustofa (17) warga Kamal, Bangkalan, Madura
Abdul Fattah (18) warga Asem Manunggal, Bangkalan, Madura
Wadiur Rohib (17) warga Gayungan, Kota Surabaya
Mohammad Aziz Pratama Yudistira (16) warga Bekasi
Moh Dafin (13) warga Semarang
M Ali Rahbini (19) warga Tambelang Sampang, Madura
Dan terakhir atas nama Sulaiman Hadi (15) warga Modung, Bangkalan, Madura.
"Ketujuh jenazah yang hari ini sudah teridentifikasi adalah korban ke 11 sampai 17. Karena sebelumnya 10 korban juga sudah teridentifikasi di hari sebelum-sebelumnya," tegasnya.
Sebelumnya, 10 jenazah yang sudah berhasil diidentifikasi sejak awal ambruknya musala itu diantaranya
1. Maulana Alfan Ibrahimavic (13) warga Pabean Cantian, Kota Surabaya
2. Mochammad Mashudulhaq (14) warga Dukuh Pakis, Kota Surabaya
3. Muhammad Soleh (22) warga JL Raya Madura, Tanjung Pandan, Bangka Belitung
4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17) warga Putat Jaya, Kota Surabaya
5. Moch Agus Ubaidillah (14) warga Gresik Gadukan, Kecamatan Morokrembangan, Kota Surabaya
6. Firman Nur (16) warga Tembok Lor, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
7. Muhammad Azka Ibadur Rohman (13) warga Kenjeran, Kota Surabaya
8. Daul Milal (15) warga Kapasan, Kota Surabaya
9. Nuruddin (13) warga Karanggayam, Blega, Bangkalan, Madura
10. Ahmad Rijalul Haq (16) warga Dapuan Baru, Krembangan Utara, Kota Surabaya.
"Sebanyak lima korban sudah sejak awal diserahkan ke pihak keluarga masing-masing. Sisanya masih dalam proses penyerahan ke keluarga korban," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi