Banser Jatim Turut Aktif Evakuasi Korban Ambruknya Bangunan Musala Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo

republikjatim.com
BANTU - Kasat Korwil Banser Jatim, Rizza Ali Faizin saat terlibat dalam proses evakuasi dan pencarian korban musibah ambruknya bangunan Musala Putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Minggu (05/10/2025).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Hingga hari ketujuh tim SAR gabungan terus melakukan proses pencarian korban musibah ambruknya bangunan Musala Putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo. Dalam operasi penyelamatan dan evakuasi kemanusiaan itu, petugas gabungan juga dibantu puluhan anggota Banser Jatim dan Sidoarjo yang terus bersiaga di lokasi kejadian secara bergantian.

Sejak awal musibah, tampak di lapangan tim yang turut terlibat ialah Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur. Tim Banser yang terlibat dalam pencarian korban itu dipimpin langsung Kasat Korwil Banser Jatim, H Rizza Ali Faizin.

Baca juga: Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anggota Fraksi PKB DPR RI Arzeti Bilbina Perkuat Nilai-Nilai Kebhinekaan Demi Persatuan

Puluhan personel Banser Jatim itu terjun langsung ke lokasi untuk membantu proses evakuasi para korban bersama unsur TNI, Polri, BPBD dan para relawan. Dengan mengenakan seragam dan perlengkapan keselamatan, para personel Banser ini, tampak bersiap dan sigap membantu proses pencarian korban hingga selesai.

Tidak hanya itu saja, mereka (para anggota Bansar) ini juga melakukan pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan Musala Ponpes Al Khoziny Buduran untuk mempercepat dan mempermudah proses evakuasi para korban. Terutama, para korban yang masih tertimbun di bawa reruntuhan bangunan musala itu.

Kasat Korwil Banser Jatim, H Rizza Ali Faizin mengatakan kehadiran personil Banser di lokasi itu sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Tidak hanya itu saja, kehadiran Banser juga sebagai wujud nyata nilai kemanusiaan yang selalu dijunjung tinggi para kader Ansor dan Banser Jawa Timur.

"Kehadiran kami ini atas dasar panggilan kemanusiaan. Ini bukan hanya tugas organisasi, tetapi juga dalam rangka panggilan hati nurani untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," ujar Rizza Ali Faizin di sela proses evakuasi para korban, Minggu (05/10/2025).

Selain membantu proses evakuasi, lanjut politisi muda yang akrab disapa Gus Rizza ini, para personil Banser juga berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan area di sekitar lokasi tetap aman dari potensi reruntuhan susulan. Baginya, proses pencarian korban itu harus dilakukan secara ekstra hati-hati dan terukur. Apalagi, di lokasi kondisi bangunannya yang tercatat masih labil.

"Dalam menugaskan sahabat -sahabat Banser itu, mereka kami tugasi pula untuk koordinasi antar instansi terkait lainnya. Hal itu, agar proses evakuasi yang membutuhkan keahlian dan profesionalisme kerja itu tetap aman," ungkap Gus Rizza yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo ini.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Hingga malam hari, proses dan upaya pencarian dan evakuasi para korban masih terus berlangsung dengan dukungan penuh dari seluruh unsur yang terlibat di lapangan. Karena itu, Gus Rizza tidak lupa menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan berharap agar semua pihak diberi kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah ini.

"Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Banser akan terus hadir di garis depan dalam setiap aksi maupun misi kemanusiaan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, keterlibatan Banser dalam proses evakuasi ini juga dilakukan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Sidoarjo. Sejumlah personel Banser Sidoarjo siaga 24 jam di lokasi kejadian sejak awal musibah secara bergantian.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo, Choirul Mu’minin mengungkapkan Banser Tanggap Bencana (Bagana) Sidoarjo turut terlibat dalam aksi kemanusiaan itu.

"Kami sudah menerjunkan Bagana sejak awal musibah sampai saat ini, tidak pernah berhenti. Bagana terus bergantian selama 24 jam membantu proses evakuasi korban," paparnya.

Selain itu, pihaknya juga mendirikan Posko Tanggap Darurat yang beroperasi penuh 24 jam, sebagai wujud kepedulian dan pelayanan nyata kepada wali santri, relawan serta warga sekitar. Menurutnya, posko ini bukan sekadar pusat koordinasi saja. Akan tetapi, juga ruang kepedulian bersama.

"Kami ingin memastikan wali santri dan warga mendapatkan pelayanan terbaik. Baik informasi, bantuan logistik maupun pendampingan di lapangan. Ini bentuk solidaritas dan tanggung jawab sosial Ansor dan Banser terhadap umat," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru