Sidoarjo (republikjatim.com) - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan duka mendalam atas musibah ambruknya bangunan Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Putra Al Khoziny Buduran, Sidoarjo. Menteri yang akrab disapa Cak Imin yang juga menjabat Ketua Umum DPP PKB itu, datang bersama rombongannya, Kamis (02/09/2025) sore.
Muhaimin Iskandar meminta prioritas utama pemerintah saat ini adalah penyelamatan para korban yang masih hidup. Yakni baik korban yang tengah dirawat di rumah sakit maupun yang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
"Mendengar ada peristiwa dan musibah ini, tentu kita semua bersedih dan berduka mendalam. Terutama kepada para orangtua dan keluarga yang ditinggalkan. Tetapi, untuk saat ini, yang paling pokok adalah misi penyelamatan korban yang masih hidup," ujar Abdul Muhaimin Iskandar, Kamis (02/10/2025) sore di lokasi kejadian didampingi Wakil Ketua DPRD Jatim, Anik Maslacha dan Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih.
Namun, saat ini lanjut Cak Imin yang juga sudah beberapa kali menjadi anggota DPR RI ini, pihak keluarga korban juga sudah menyerahkan sepenuhnya keputusan evakuasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera mengevakuasi para santri secepatnya. Petugas tanpa perlu lagi mengkhawatirkan risiko dalam proses evakuasi itu.
"Karena itu, untuk yang menjadi korban yang masih berada di rumah sakit saya minta untuk segera ditangani secepatnya dengan penanganan maksimal. Untuk korban-korban yang belum ditemukan, kita serahkan sepenuhnya kepada BNPB untuk segera bisa dievakuasi bersama tim Basarnas. Karena saat ini, seluruh keluarga korban, hanya meminta kepastian saja anak-anak mereka bisa dievakuasi," tandas Cak Imin.
Tidak hanya itu, Cak Imin juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Salah satunya yakni soal komitmen mencari bantuan untuk meringankan beban Ponpes Al Khoziny pasca tragedi itu.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Saya dan Pak Pratikno akan berusaha membantu mencari dukungan, baik untuk pemulihan fisik bangunan maupun kebutuhan para santri yang ada saat ini," ungkapnya.
Apalagi, lanjut Cak Imin yang dikenal sebagai polisi kenamaan ini, musibah ambruknya bangunan Musala Putra Ponpes Al Khoziny itu hingga kini masih menyisakan duka mendalam bagi pengurus, santri dan keluarganya maupun para pihak lainnya.
"Karena itu, sampai hari keempat ini, baik itu Tim SAR Gabungan bersama Basarnas dan BNPB akan terus melakukan evakuasi dengan mengerahkan alat berat serta personel terlatih untuk mempercepat pencarian para korban agar bisa dikeluarkan dari bawah reruntuhan bangunan musala itu," tandasnya.
Sementara hingga Kamis (02/10/2025) malam, proses evakuasi masih terus berlanjut. Saat ini, ada sebanyak108 korban (santri) berhasil dievakuasi. Baik itu evakuasi dengan mandiri maupun yang dibangun oleh Tim SAR. Dari jumlah ratusan korban itu, lima orang diantaranya dinyatakan sudah meninggal dunia.
Kemudian, sisanya dipastikan selamat akan tetapi sebagian masih mengalami luka-luka. Tim SAR juga menyebut saat ini masih ada sekitar 56 lebih santri salah satu pondok tertua di Sidoarjo itu, yang belum diketahui kondisinya. Mereka masih berada di bawah reruntuhan bangunan musala yang ambruk itu. Ary/Waw
Editor : Redaksi