Sidoarjo (republikjatim.com) - Aksi demo damai dengan tuntutan Reformasi Polri, Tuntut Kapolri Mundur digelar Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sidoarjo di depan Polresta Sidoarjo, Senin (01/09/2025). Aksi damai yang dipimpin Ketua Umum PC IMM Sidoarjo Bagus Yoga Aditya berjalan aman dan damai.
Para pendemo ini, menunjukkan komitmennya untuk tidak anarkis dalam menyampaikan aspirasinya. PC IMM Sidoarjo tidak hanya menggelar aksi damai, tetapi juga doa bersama bagi keutuhan Indonesia.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Kedatangan mereka tidak hanya ditemui Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing saja. Bupati Sidoarjo, Subandi serta Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana juga ikut menemui para pendemo. Selain itu, juga hadir Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo.
Bupati Sidoarjo, Subandi mengucapkan terima kasih kepada IMM Sidoarjo yang telah menunjukkan komitmennya untuk tidak anarkis saat menggelar aksi demo damai. Dirinya sendiri mempersilahkan penyampaian aspirasi seperti ini. Namun, harus dilakukan dengan damai, tidak anarkis.
"Pemerintah selalu terbuka akan aspirasi yang disampaikan masyarakat. Silahkan mau ada aksi untuk Kabupaten Sidoarjo yang penting menjaga stabilitas politik di Sidoarjo," pinta Subandi.
Menurutnya, menjaga kondusifitas Sidoarjo adalah tugas bersama. Bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja. Namun, seluruh masyarakat berkewajiban menjaga Kabupaten Sidoarjo tetap aman dan nyaman.
"Sidoarjo adalah rumah kita. Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertibannya. Kalau rumah kita damai, aman dan nyaman, saya yakin aksi ini dapat dicontoh teman-teman kita lainnya," katanya.
Subandi menjelaskan mahasiswa Muhammadiyah ini adalah aset bangsa yang penting bagi pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Karena itu, Subandi yakin aspirasi yang disampaikannya penting bagi kemajuan Sidoarjo. Ia pun yakin tindakan anarkis tidak akan dilakukan mahasiswa Muhammadiyah dalam aksinya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Kami berharap Kabupaten Sidoarjo tidak terjadi aksi anarkis seperti yang terjadi di daerah lainnya. Saya yakin Anda semuanya, mahasiswa semuanya adalah aset bangsa Indonesia yang penting bagi pembangunan Sidoarjo," jelasnya.
Sementara demo itu berakhir usai berdialog dan makan nasi bungkus bersama. Dalam aksi ini, juga dilengkapi pembagian sembako berupa beras 5 kilogram di depan Polresta Sidoarjo. Ary/Waw
Editor : Redaksi