Sidak Sungai Buntung, Wabup Sidoarjo Ajak Warga Tidak Buang Sampah Sembarangan Termasuk di Sungai

republikjatim.com
SIDAK - Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) aliran Sungai Buntung yang berlokasi di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo yang dipenuhi sampah saat dinormalisasi, Sabtu (02/08/2025).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) aliran Sungai Buntung yang berlokasi di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Sabtu (02/08/2025). Dalam kunjungannya, Mimik, sapaan akrab Wabup menghimbau warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Khususnya, menjaga kebersihan sungai dari pencemaran dan sampah.

"Saya mengajak seluruh warga agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama warga. Kalau kita jaga sungai bersama-sama, risiko banjir pun bisa kita tekan," ujar Mimik Idayana di lokasi Sidak.

Baca juga: Hemat Elpiji Hingga 40 Persen, Bupati Subandi Dorong Perluasan Penerima Manfaat Jaringan Gas Bumi untuk Warga Sidoarjo

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Pemkab Sidoarjo, Dwi Eko Saptono menjelaskan normalisasi Sungai Buntung mencakup empat titik. Yakni tiga titik di wilayah Kecamatan Waru dan satu titik di wilayah Kecamatan Taman. Dari hasil pekerjaan normalisasi hari ini, ditemukan cukup banyak sampah serta endapan lumpur yang menghambat aliran air.

Baca juga: Klub Pagar Nusa Harmoni Panen 25 Medali di Kejurcab X Sidoarjo, Targetkan Sabet Juara Berlanjut Di Ajang Selanjutnya

"Total panjang Sungai Buntung yang melintasi wilayah Sidoarjo mencapai sekitar 6 kilometer. Normalisasi ini sebagai langkah awal. Setelah Sungai Buntung, kami juga akan menyusuri dan menindaklanjuti normalisasi sejumlah sungai lain yang berpotensi menimbulkan genangan banjir," katanya.

Baca juga: Cegah Zoonosis Sejak Dini, Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Sediakan Vaksinasi Rabies Hewan Gratis

Dwi menambahkan, normalisasi ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menanggapi keluhan masyarakat yang kerap terdampak banjir saat musim hujan. Harapannya, setelah normalisasi, air bisa mengalir lancar dan tidak sampai menggenangi permukiman warga atau bahkan menimbulkan banjir.

"Semoga dengan pengerukan sedimentasi ini, dapat mengembalikan fungsi sungai secara optimal. Bahkan bisa sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman banjir," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru