7 Korban Longsor Jalur Pacet - Cangar Masih Satu Keluarga, Mereka Hendak Bersilaturrahmi Lebaran ke Batu

republikjatim.com
MAKAMKAN - Sebanyak 7 korban longsor jalur Pacet - Cangar, Kabupaten Mojokerto dimakamkan secara berjajar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Jumat (04/04/2025) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak tujuh korban bencana tanah longsor yang berada di dalam satu mobil Toyota Innova Reborn warna abu-abu yang terseret longsor di JL Raya Sumber Brantas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto menuju Cangar masih satu keluarga. Begitu juga tiga korban lainnya yang berasal dari Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang merupakan penumpang mobil pikup putih juga tercatat masih satu keluarga.

Total korban dalam bencana alam tanah longsor yang menyeret dua mobil itu adalah masih dalam satu keluarga.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Kepala Desa (Kades) Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Sumardi mengatakan rombongan satu keluarga yang berasal dari Desa Kloposepuluh hendak melaksanakan perjalanan untuk bersilahturrahmi ke rumah besan yang berada di Kota Batu.

"Karena ini memang masih momen hari raya, ya mereka hendak ke besannya di Batu," ujar Kades Sumardi di rumah duka korban di Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Jumat (04/04/2025) malam.

Sumardi memastikan dirinya mendapatkan informasi itu dari warga di sekitar rumah korban. Usai mendapatkan informasi jika warganya menjadi korban bencana tanah longsor, dirinya langsung berusaha mengecek kebenaran kabar itu.

"Setelah mengetahui pasti kabar duka itu, saya kemudian ikut datang ke Pacet, Kabupaten Mojokerto (Tempat Kejadian Perkara). Kami langsung melacak ke sana (Pacet - Cangar). Saya juga ke Rumah Sakit Sumberglagah Mojokerto. Tapi saat menunggu ternyata jenazah bukan Abah Wahyudi dan keluarga, melainkan korban yang di mobil pikup berisi tiga korban itu. Sumber saya dari Basarnas dan keluarga, ada enam orang di Rumah Sakit Batu," ungkapnya.

Namun Sumardi mendapat kepastian jika keluarga korban longsor Pacet merupakan keluarga yang baik. Menurutnya, korban Wahyudi (71) salah satu korban juga merupakan Kepala RT 10 di Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

"Dia (korban) Alhamdulillah, kesehariannya baik. Makanya, masyarakat menghendaki Pak Wahyudi menjadi Ketua RT seumur hidup. Satu keluarganya, insyaallah semuanya pendiam dan tidak pernah ada masalah dengan tetangga (orang lain) di sekitar lingkungan tempat tinggalnya," urainya.

Ketujuh korban longsor ini, setalah berhasil ditemukan oleh tim gabungan bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto dan tim gabungan lainnya langsung dibawa ke RS Bhayangkara Hasta Brata Batu.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Usai prosesi identifikasi selesai, mereka (para korban) dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

"Untuk prosesi pemakaman semuanya sudah dipersiapkan warga sini sejak siang tadi. InsyaAllah nanti malam dimakamkan secara bersamaan," tegasnya.


Berdasarkan datanya ada tujuh korban merupakan penumpang mobil Toyota Innova Reborn warna abu-abu yakni

1. Masjid Zatmo Setio (30) laki-laki asal Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.
2. Rani Anggraeni (28) Perempuan asal Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.
3. Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6) laki-laki asal Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.
4. Putri Qiana Ramadhani (2) perempuan asal Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.
5. H Wahyudi (71) laki-laki asal Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.
6. Hj Jainah (61) perempuan asal Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.
7. Saudah (70) perempuan asal Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Ketujuh korban tercatat masih dalam satu keluarga.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Kemudian tiga korban lain yang penumpang mobil pikup yakni

1. Mikaila F Z (3,5) perempuan asal Desa Urung-Urung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
2. Ahmad Fiki Muzaki (28) laki-laki asal Desa Urung-Urung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
3. Fitria Handayani (27) perempuan asal Desa Urung-Urung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Ketiga korban juga masih dalam satu keluarga.

"Husnul khotimah untuk adik Putri Qiana Ramadhani (2). Karena lahir di bulan Ramadhan dan kembali ke Allah SWT pada hari raya Iedul Fitri," pungkas salah seorang tetangga korban. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru