Bagikan Insentif Nakes dan Honor Kader Kesehatan, Gus Muhdlor Puji Kader dengan Masa Pengabdian 40 Tahun

republikjatim.com
SERAHKAN - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menyerahkan insentif dan honor tenaga kesehatan dan kader kesehatan di lingkungan Kecamatan Sukodono di Gedung Gladiol Desa Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Kamis (31/08/2023).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 342 kader kesehatan di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo menerima honor serta fasilitas BPJS Ketenagakerjaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.Selain honor untuk kader kesehatan, juga ada insentif untuk 13 Tenaga Kesehatan (Nakes) yang praktik mandiri di wilayah Kecamatan Sukodono. Penyerahan insentif dan honor itu di Gedung Gladiol Desa Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Kamis (31/08/2023).

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mengucapkan terima kasih kepada kader kesehatan yang telah mengabdi selama 40 tahun lebih di Sidoarjo.

Baca juga: Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anggota Fraksi PKB DPR RI Arzeti Bilbina Perkuat Nilai-Nilai Kebhinekaan Demi Persatuan

"Untuk kader yang sudah mengabdi lebih dari 40 tahun saya sangat berterima kasih. Karena panjenengan (anda) bisa menjadi contoh kita semua pengabdian itu tidak hanya berdasarkan nilai nominal. Tetapi rasa memiliki Kabupaten Sidoarjo yang cukup besar dan ikhlas mengabdi bertahun-tahun," ujar Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Kamis (31/08/2023).

Selain itu Gus Muhdlor yang juga alumni SMAN 4 Sidoarjo ini menjelaskan selain honor, kader kesehatan juga mendapatkan proteksi berupa jaminan BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami juga memberikan proteksi BPJS Ketenagakerjaan kepada kader kesehatan lewat BPJS ini," imbuh Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Sosok perempuan Nur Hasanah asal Desa Panjunan, Kecamatan Sukodono dengan masa kerja lebih dari 40 tahun ini membuktikan pengabdian tidak diukur dari nilai nominal. Akan tetapi dari keikhlasan untuk mengabdi pada negara. Dibutuhkan niat dan mental melalui masa abdi selama 40 tahun lebih.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Karena di dalam diri mereka telah menanamkan untuk ikhlas mengabdi kepada bangsa dan negara," urainya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo, Dr Fenny Apridawati menegaskan penyerahan insentif, honor dan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk nyata perhatian Pemkab Sidoarjo, agar kinerja dan pelayanan kader kesehatan dan Tenaga Kesehatan (Nakes) dapat lebih optimal dalam melayani masyarakat.

"Meskipun tidak banyak, semoga memberi semangat lebih kepada para kader kesehatan di Sidoarjo dalam meningkatkan kinerjanya. Untuk Tahun 2023 sudah 6.000 lebih kader diproteksi BPJS Ketenagakerjaan. Tahun 2024 ke depan semoga semua kader akan diproteksi BPJS Ketenagakerjaan yang manfaatnya kalau meninggal dunia mendapat santunan sebesar Rp 42 juta," jelasnya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Fenny menguraikan bentuk apresiasi ini menjadi salah satu upaya Pemkab Sidoarjo untuk bersama-sama menjalankan program menurunkan angka stunting 16 persen, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Sidoarjo.

"Mari bersama-sama kita bekerja untuk menurunkan stunting, AKI dan AKB serta percepatan Open Defecation Free (ODF). Karena hal ini bisa terwujud dengan bantuan panjenengan (anda) semua," tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Dinas PPPAKB, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sidoarjo, Kepala Bank Jatim Kabupaten Sidoarjo, Camat Sukodono, Kapolsek Sukodono, Koramil Sukodono dan Kepala Desa se Sukodono. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru