Jelang Penutupan 9 Juni 2023, Jumlah Pemohon Program KURMA Terus Bertambah

republikjatim.com
KURMA - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali beserta istri Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor dan Ketua DPRD Sidoarjo Usman saat launching program KURMA dan pameran UMKM di Alun-Alun Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Setelah sukses mencetak sebanyak 1.891 kelompok pada Tahun 2022, program Kelompok Usaha Perempuan Mandiri (KURMA) di Sidoarjo Tahun 2023 ini, akan resmi berakhir pada tanggal 9 Juni 2023 besok. Program ini telah memberikan manfaat besar bagi perempuan di Sidoarjo dalam memajukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mereka.

Dalam sisa waktu yang hanya beberapa hari ini, diharapkan benar-benar di manfaatkan dengan baik oleh kelompok perempuan mandiri di Sidoarjo untuk mengajukan permohonan bantuan permodalan itu.

Baca juga: Pintu Terbuka Lebar di Candi Kala Hj Mimik Idayana Melebur Bersama Warga Sidoarjo di Momen Idul Fitri 1447 Hijriyah

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Sidoarjo, Edi Kurniadi optimis jumlah pendaftar KURMA akan terus bertambah hingga batas waktu penutupan pendaftaran.

"Sampai saat ini jumlah pendaftar (pemohon) sudah mencapai 2.000 lebih kelompok yang sudah masuk di sistem Sipraja. Insyaallah, jumlah ini akan terus bertambah hingga tanggal 9 Juni 2023 mendatang," ujar Edi Kurniadi kepada republikjatim.com, Senin (05/06/2023).

Tercatat, sejak mulai di bukanya pendaftaran hingga sekarang Selasa (05/06/2023) sudah ada sebanyak 2.022 kelompok telah mendaftar. Namun, dari jumlah itu, nantinya masih akan dinilai kembali oleh tim penilai independen. Yakni dari unsur akademisi, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sidoarjo.

"Pengalaman Tahun 2022, jumlah pendaftar KURMA sebanyak 2.334 kelompok usaha. Tapi yang lolos tahapan hingga akhir sebanyak 1.891 kelompok usaha. Dari target yang sama dengan Tahun 2022 yaitu sebanyak 2.400 kelompok usaha yang akan terjaring," imbuhnya.

Baca juga: Geger Klaim Dukungan Jelang Muscab PKB Sidoarjo, PCNU dan MWCNU Tegaskan Netral Tak Dukung Subandi di Acara Bukber

Edi menjelaskan selama program berjalan KURMA berhasil melibatkan ribuan perempuan dari berbagai kelompok usaha di Sidoarjo. Yakni mulai dari usaha kuliner, kerajinan tangan, produksi tekstil hingga sektor pertanian. Untuk bantuan pendanaan ini sendiri, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 10 juta bergantung kriteria tim penilai.

"Kami tidak hanya memberikan pendanaan saja, tapi juga pendampingan dan sosialisasi. Diantaranya, pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pelatihan digital marketing serta sosialisasi izin edar Produk Industri Rumah Tangga (PIRT)," tegas Edi.

Baca juga: DPAC PKB Mulai Bantah Klaim Subandi, Sebut Tak Ada Dukungan Kembali Pimpin PKB Sidoarjo Justru Buka Lpj Dana Banpol

Sementara salah satu keberhasilan yang dapat dicatat dari program KURMA adalah peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi perempuan di Sidoarjo. Banyak dari peserta program berhasil meningkatkan omzet usaha mereka dan meningkatkan taraf hidup keluarga.

"Ke depan, kami berharap perempuan di Sidoarjo dapat terus melanjutkan perjuangannya dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas hidup. Termasuk, menjadi contoh dan inspiratif bagi perempuan lainnya di berbagai daerah. Mengingat program KURMA hanya ada di Sidoarjo saja," pungkasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru