Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menghadiri Wisuda SMA Progresif Angkatan Ke VII Tahun 2002-2023 di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, Sabtu (03/06/2023). Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini mengucapkan selamat menempuh ujian terbaru dalam mengarungi beratnya kehidupan.
Bagi Gus Muhdlor sukses atau tidaknya seseorang ditentukan sejak lulus SMA. Menurutnya, saat kuliah ada saat paling genting di mana sudah dilepas semi-semi bebas. Hal itu semua bergantung pengendalian diri sendiri masing-masing.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Kami atas nama pribadi mewakili Yayasan hanya ingin menyampaikan tiga hal. Pertama kalau sudah lulus harus tetap jadi pribadi yang positif, selalu jadi orang yang optimis dan sinyalnya harus tetap plus. Jangan sampai minus the low of vibration sama the low of attraction. Nah, attitude itu menentukan sinyal itu," ujar Gus Muhdlor dihadapan para wisudawan, Sabtu (03/06/2023).
Selain itu, Bupati Sidoarjo juga meminta lulusan SMA Progresif untuk memperkuat networking. Orang yang memiliki koneksi banyak sangat menentukan sukses tidaknya dalam mengarungi kehidupan. Baginya, saat ini yang dibutuhkan, bukan hanya orang pintar tetapi juga jaringan dengan banyak orang.
"Semua juga ditentukan networking yang baik, berkomunikasi yang baik dan punya banyak jejaring. Termasuk logika berpikirnya. Kalau networking ini untuk memperkuat ilmu keberkahan," papar Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Gus Muhdlor juga berpesan agar semua santri yang lulus jangan sampai melupakan Ponpes Bumi Shalawat sebagai rumah bagi semua santri. Jika para santri masih dahaga ilmu, maka boleh kembali menimbah ilmu di pondok. Minimal ikut kegiatan pengajian yang juga bisa dilakukan melalui zoom meeting agar networking tetap terjaga.
"Track record terkait networking ini penting. Jangan sampai antara alumni satu dengan yang lain hanya ada kalau hanya ada kebutuhan saja berkomunikasi," pinta Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Gus Muhdlor juga menitipkan pesan kepada wali santri untuk tidak ada batasan dalam menuntut ilmu. Kapasitas diri harus ditambah dan dipupuk. Menurutnya, tidak ada batas akhir dalam menimbah ilmu.
"Tidak ada limit (batasan) menimbah ilmu. Semuanya tetap wajib menambah ilmu. Apapun itu lewatnya dan dimanapun berada. Kami yakin kalau komitmen seperti ini dipakai yakni attitude yang baik, networking yang baik dan ilmunya mumpuni, maka masa depan akan semakin baik. Saya yakin kalau ketiganya berlangsung baik, jadi pribadi positif, networking bagus dan ilmu terus ditambah saya yakin keberhasilan akan ada ditangan," jelasnya.
Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat Sidoarjo, KH Agoes Ali Masyhuri yang hadir dalam acara Wisuda SMA Progresif Bumi Shalawat Angkatan ke VII ini menyampaikan masa depan Indonesia sangat ditentukan kesuksesan dan keberhasilan siswa-siswi. Baginya, tidak ada kesuksesan yang diterima oleh orang yang malas. Tidak ada kesuksesan yang diterima orang yang berleha-leha tanpa melalui perjuangan keras. Kiai yang akrab disapa Gus Ali itu yakin alumni SMA progresif menjadi bagian pemenang kehidupan dan penentu kebijakan di Republik Indonesia ini.
"Karena alumni SMA Progresif akan menjadi manusia-manusia pilihan. Mereka telah mensyukuri nikmat kemerdekaan dan nikmat hidayah apapun bentuk nikmat yang disyukuri, pasti nikmat ini berkembang dan ditambah," tegasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Gus Ali juga menyampaikan Ponpes Bumi Shalawat akan membangun Rumah Sakit. Lokasinya menjadi satu dengan Pondok Progresif Bumi Sholawat. Untuk kelancarannya, pihaknya memohon doa restu serta dukungan dari para santri serta wali santri agar niat mulia ini terlaksana.
"Insyaallah yang alumni-alumni sekolah progresif nanti yang akan menjadi dokter dinas di rumah sakit ini. Saya sudah punya wawasan rumah sakit ini akan saya bangun dan dokternya nanti dari alumni-alumni SMA semuanya. Kita panggil untuk mengabdi di rumah sakit ini. Insyallah akan menjadi rumah sakit besar dan menjadi penuh keberkahan. Kami juga akan membangun Akademi Keperawatan yang akan menjadi pionir dan contoh bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya," urai Kiai Khos Jatim ini.
Sementara Ketua Majelis Wali Amanat ITS Surabaya, Prof Dr Ir KH Muhammad Nuh, DEA yang turut hadir berpesan kepada siswa dan siswi peserta wisuda sebagai manusia harus pandai bersyukur. Senantiasa bersyukur harus selalu ada dalam hati. Bersyukur atas nikmat yang sudah diterima dan kesempatan yang sudah diberikan.
"Kami tidak ingin siswa siswi Ponpes Bumi Shalawat menjadi hamba-hamba yang tak pandai bersyukur. Selamat kepada para wisudawan-wisudawati SMA progresif Bumi Sholawat. Kita bersyukur betul bagi semua orang tua/wali santri sudah punya anak yang mau mondok. Apalagi, mau mondok juga bukan pondok biasa, tetapi sekolahan progresif. Ini sekolah yang luar biasa karena semua sudah didesain dan dirancang menjadi orang yang luar biasa," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi