Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadi'in Desa Terik, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Minggu (21/05/2023). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali didampingi anggota DPRD Sidoarjo, Pujiono, KH Nurcholis Misbah (Pengasuh Ponpes Al Amanah Junwangi), KH Anwar Mansur, KH Abdul Aziz dan Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Ancab Krian serta Forkopimka Krian.
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali yang akrab disapa Gus Muhdlor berharap dengan berdirikannya pondok pesantren ini bisa memajukan dunia pendidikan berbasis agama di Sidoarjo. Apalagi, Ponpes harus tetap eksis, menggelora, maju serta berkualitas dalam mencetak anak-anak generasi Islam di Kabupaten Sidoarjo. Yakni menjadi anak yang beriman, berilmu dan berkarakter.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Semoga, berkahnya semakin banyak berdirinya Ponpes besar di Sidoarjo, Insyaallah Sidoarjo selalu diberkahi. Bahkan semakin banyak memunculkan generasi handal yang bisa jadi pemimpin umat ke depan," ujar Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Minggu (21/05/2023).
Lebih jauh Gus Muhdlor menjelaskan Pemkab Sidoarjo sangat merespon kegiatan berbasis agama seperti pendirian Pondok Pesantren ini. Menurutnya, sebulan yang lalu makam Aulia Sono diresmikan. Namun masih banyak masyarakat Sidoarjo yang belum mengetahui tentang Makam Para Aulia Sono itu yang merupakan para guru kiai dan ulama pendiri Bangsa Indonesia.
"Makam Sono itu merupakan makam guru-guru para pendiri Nahdlatul Ulama. Diantaranya KH Hasyim Asy'ari (Jombang), KH Abdul Karim (Lirboyo Kediri), KH Jazuli (Ploso Kediri) dan KH Ali Ma'shum," ungkap Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Gus Muhdlor menguraikan ratusan tahun lalu, Kabupaten Sidoarjo adalah salah satu pusat peradaban pendidikan Islam di Indonesia. Dengan adanya pondok pesantren ini, diharapkan menjadi salah satu langkah dalam mencerdaskan putra dan putri Sidoarjo untuk menjadi pemimpin masa depan.
"Posisi hari ini seharusnya kita malu. Kalau dulu para kiai nasional mondok di Sidoarjo, sekarang tidak lagi! Ini yang harus menjadi introspeksi dan perbaikan kita bersama. Termasuk, semoga pondok ini menjadi awal munculnya sono-sono baru, pencetak ulama ulama nasional dan internasional di masa depan," pintah Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Bagi Gus Muhdlor pondok pesantren saat ini sudah tidak diragukan lagi. Terutama, kontribusinya di dunia pendidikan. Apalagi, pondok ini memiliki pengalaman luar biasa dalam mengembangkan masyarakat.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Bahkan pondok pesantren juga menjadi pelopor dan inspirator pembangkit moral anak bangsa. Bahkan menjadikan pembangunan tidak hampa melainkan jadi lebih bermakna dan bernilai," urainya.
Sementara dalam kesempatan ini Gus Muhdlor juga menyampaikan 17 program prioritas bagi pengembangan keagamaan di Indonesia. Program itu, berupa pemberian beasiswa khusus bagi Tahfiz Qur'an asal Sidoarjo.
"Jadi ini kesempatan bagi para santri di pondok ini nanti. Kami akan menyediakan alokasi bagi putra/putri Kabupaten Sidoarjo untuk melanjutkan pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri bagi yang tahfiz Al Qur'an," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi