Sidoarjo (republikjatim.com) - Ribuan siswa dan siswi serta para guru SMK YPM 8 Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo mulai menjalankan aktivitas belajar dan mengajar. Namun, masuk hari pertama proses belajar dan mengajar kali ini berbeda dari hari-hari biasanya.
Ini menyusul, para siswa dan siswi serta para guru mengenakan pakaian baju adat Nusantara. Selain itu, mereka juga menggelar acara tahlil dan doa bersama bagi para pejuang pendidikan.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Dalam acara yang digelar di lapangan selatan sekolah ini, tidak hanya dilengkapi acara tahlil dan doa bersama. Akan tetapi juga dilengkapi kegiatan menyayikan lagu Hymne Guru dan lagu Indonesia Raya yang diikuti siswa dan siswi kelas X dan XI sebanyak 1.155 siswa.
Tidak hanya itu, acara juga dilengkapi acara penyampaian informasi kegiatan dan tata tertib siswa. Kemudian dilanjutkan acara halal bihalal.
Dalam sambutannya, Waka Kurikulum SMK YPM 8 Sarirogo, Aftoni ST MM mengatakan makna merdeka belakang yakni dimaknai dengan kebebasan bersikap. Yakni bersikap untuk berubah ke arah yang lebih baik dan demi kebaikan.
"Untuk berubah ke arah kebaikan, maka syaratnya harus bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Itu kunci utamanya baik diri pribadi maupun secara kelembagaan," ujar Aftoni kepada republikjatim.com, Selasa (02/05/2023).
Selain itu, Aftoni menguraikan pendidikan tidak hanya menghilangkan kebodohan dalam mencari ilmu. Akan tetapi juga untuk mengintrospeksi diri dalam setiap langkah dan kehidupan.
"Kata pahlawan kita Ki Hajar Dewantara, slogan jadikan semua orang menjadi guru dan rumah manjadi sekolah. Tujuannya agar proses pendidikan terus menerus berjalan demi menuju perbaikan dan kebaikan itu," tegas Waka Kesiswaan ini.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara Waka Humas SMK YPM 8 Sarirogo, Didik Wahyudi S Pd M Pd menegaskan acara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2023 di SMK YPM 8 Sidoarjo ini digelar untuk mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai wadah candradimuka bagi setiap siswa. Tujuannya tetap mengarah kepada kebaikan dan perbaikan hidup.
"Setiap acara dalam rangkaian acara Hardiknas ini diagendakan sesuai harapan siswa dan guru. Bahkan acara dibuatkan agenda dan rundown yang kesemuanya diberi guru penanggung jawab. Intinya, kami ingin mengembalikan semangat belajar siswa usai libur panjang Hari Raya Idul Fitri dan berharap siswa taat peraturan sekolah agar proses belajar mengajar berjalan lancar sesuai targetnya," pungkas guru yang akrab disapa Pak Didik ini. Hel/Waw
Editor : Redaksi