Sidoarjo (republikjatim.com) - Peringatan malam Nuzulul Qur'an sekaligus Safari Ramadhan GP Ansor dan Fatayat NU digelar di Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Kegiatan ini menghadirkan ulama muda KH Reza Ahmad Zahid yang akrab disapa Gus Reza dari Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri sebagai penceramah. Kegiatan ini dihadiri langsung Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Subandi, Camat Sedati Abu Dardak serta Kepala Desa (Kades) Pabean, dr Sriatun yang tak lain istri Wabup Sidoarjo serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Acara ini disambut antusiasme ribuan masyarakat dengan memenuhi Masjid Nasrullah, Dusun Alas Tipis, Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Minggu (09/04/2023) petang.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Subandi mengatakan kegiatan ini sebagai upaya Pemkab Sidoarjo mendekatkan diri dan mengunjungi langsung masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini sebagai penguat dan pengikat tali silaturrahmi dengan masyarakat Desa Pabean serta semakin memperat hubungan harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
"Saya mengajak masyarakat muslim untuk sungguh-sungguh menjalankan ibadah di bulan Suci Ramadhan ini. Mari kita isi Ramadhan ini dengan menjalankan ibadah puasa dan ibadah amaliah lain untuk meraih pahala. Karena belum tentu tahun depan bisa bertemu Bulan Ramadhan lagi," ujar Subandi, Minggu (09/04/2023) petang.
Subandi berpesan kepada umat muslim untuk introspeksi dan merenung saat membaca, menghafal, memahami dan mengamalkan isi kandungan Al Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya, agar selalu berada di jalan Allah SWT.
"Al Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia agar mengetahui antara yang hak dan yang bathil. Saya meminta umat muslim bisa membaca kitab suci Al-Quran yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Kita tidak boleh buta huruf, tapi tidak boleh tidak bisa membaca Al Quran karena di dalamnya terdapat sejumlah petunjuk Allah SWT," kata mantan Kades Pabean, Kecamatan Sedati ini.
Sementara dalam acara itu, Gus Reza menyampaikan proses turunnya Alquran dan terdapat beberapa perbedaan waktu dalam memperingati Nuzulul Qur'an. Yakni ada yang memperingati turunnya Al Qur'an pada tanggal 17 Ramadhan yang artinya proses turunnya Al Qur'an dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah. Namun ada yang memperingati turunnya Al Qur'an tanggal 27 Ramadhan yang artinya proses turunnya Al-Qur'an dari Lauhul Mahfudz sampai ke Gua Hira.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Walaupun terdapat perbedaan waktu, yang terpenting dari esensi memperingati Nuzulul Qur'an dapat mengambil pelajaran tentang turunnya Al Qur'an dan mengimplementasikan isi Al Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan berbuka bersama, Shalat Magrib dan Isya berjamaah serta Shalat Tarawih Berjamaah. Hel/Waw
Editor : Redaksi