Sidoarjo (republikjatim.com) - Sekitar 12 siswa baru atau sekitar 400 siswa mendapatkan motivasi dari alumni SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda), Malik Atmadja. Pria alumni Smamda Tahun 2010 ini sukses menggeluti usahanya di dunia musik manajemen.
Hal ini, tidak lepas dari hobinya sejak SMA bermain musik bersama grup musiknya Sepurane Band yang sudah mengharumkan nama Smamda di berbagai ajang musik kala itu.
"Kami sengaja menghadirkan motivator dan inspirator untuk siswa baru yang bergabung di Smamda. Kami menghadirkan Malik Atmadja agar siswa baru terinspirasi dengan Malik yang sudah menyiapkan masa depannya ketika di Smamda dulu. Hampir semua imbal prestasi diambil Malik yang tergabung dalam Sepurane Band. Ini artinya sesuai hadits Rasulullah, yakni sebaik-baiknya manusia dia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," ujar Kepala Smamda, Wigatiningsih kepada republikjatim.com, Jumat (16/07/2021).
Kepala Sekolah yang akrab dipanggil Wigati ini menjelaskan ratusan siswa yang masuk Smamda dan tergabung dalam 12 Rombongan Belajar (Rombel) adalah anak-anak pilihan. Mereka bakal bisa mengikuti jejak kakak kelasnya karena banyak yang sukses. Apalagi, saat ini sudah banyak media yang mendukungnya sesuai keinginan dan cita-cita para siswa baru.
"Kami dan para guru tinggal meningkatkan pola pikir agar menjadi anak yang luar biasa. Contohnya Malik itu sejak di bangku SMA sudah kelihatan talentanya. Sekarang terbukti eksis di bidangnya. Karena ukuran sukses bukan finansialnya," imbuhnya.
Karena itu, Wigati berharap para siswanya tidak boleh khawatir dan galau. Banyak yang mendukung dan memfasilitasi cita-cita siswanya salah satunya melalui acara Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) ini.
"Saat Fortasi tidak hanya pengenalan lingkungan sekolah saja, tapi teman dan gugusnya diperkenalnya. Bukan hanya pengenalan lingkungan sekolah dan cara belajar serta pembelajarannya. Akan tetapi juga diberi praktik terbaik (best practic) sebagai motivasi siapa saja agar bisa menjadi yang diinginkan atau diharapkan," tegasnya.
Sementara motivator dari alumni Smamda, Malik Atmadja memberikan banyak motivasi kepada adik-adik kelasnya dalam acara Fortasi melalui zoom meeting itu. Salah satunya soal dosa apa saja yang dilakukannnya saat masih di Smamda. Diantaranya tidak berorganisasi dan tidak banyak mengenal temannya. Padahal, saat bekerja di dunia praktis butuh manajemen organisasi dan banyak teman karena tidak bisa bekerja sukses dengan sendiri. Tetapi membutuhkan team work.
"Dari pengalaman jelek (dosa) saya dulu siswa baru bisa mengevaluasi dari penyesalan saya. Artinya jangan sampai siswa di sekolah hanya dapat Hard Skill School. Tetapi juga harus mendapatkan dan meraih skill (kemampuan) lainnya," ungkapnya.
Pengusaha muda kelahiran Solo ini mencontohnya selama pandemi Covid-19, Musik Manajemen dan usaha lainnya mengalami kelesuhan. Akan tetapi, dirinya langsung beradaptasi dengan bermain konten youtube. Karena pernikahan, orkestra dan konser musik dilarang pemerintah.
"Dari YouTube itu, kami menghasilkan banyak pendapatan yang tidak banyak diketahui orang. Yakinlah di balik ekonomi lesu ada cela-cela usaha baru. Misalnya dunia digital dengan platform zoom peningkatan pendapatan selama pandemi Covid-19 bisa mencapai Rp 2,7 triliun," pungkas pria saat SMA tinggal di Candi, Sidoarjo ini. Hel/Waw
Editor : Redaksi