Kapolsek Krian Pastikan Keamanan Dan Keselamatan Mbah Rinati Penjual Ontong Pisang Dan Pepaya di Pasar

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
DIANTAR - Kapolsek Krian, Kompol Mukhlason saat mengantat Mbah Rinati menunggu bentor langganannya dan akan dikawal sampai ke rumahnya di Desa Gedangrowo, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Kamis (06/05/2021) malam.
DIANTAR - Kapolsek Krian, Kompol Mukhlason saat mengantat Mbah Rinati menunggu bentor langganannya dan akan dikawal sampai ke rumahnya di Desa Gedangrowo, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Kamis (06/05/2021) malam.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kapolsek Krian, Kompol Mukhlason ketika mengecek Pos Pam (Pengamanan) Pasar Krian dikejutkan dengan adanya nenek berusia senja yang jualan ontong pisang dan pepaya mentah di tepi ruas trotoar berada yang berjarak 5 meter dari lokasi pospam. Dengan berpakaian kebaya (jarik) perempuan tua itu diketahui bernama Mbah Rinanti yang konon hidup sebatang karang di rumahnya.

Nenek tua ini tinggal di Desa Gedangrowo, Kecamatan Prambon Sidoarjo. Hampir setiap hari, dia berjualan seadanya di Pasar Krian.

Kondisi ini membuat orang nomor satu di Krian ini melihat lebih dekat Mbah Rinati sembari menunggui beberapa jam. Kapolsek Krian mengaku ibah setelah melihat dari dekat Mbah Rinati dan merasa kasihan.

Mukhlason mengakui menjelang hari raya kurang sepekan ini banyak yang memberi amal jariyah kepada nenek tua itu.

"Sebenarnya para dermawan tujuannya baik. Tapi kalau saya menilai justru keamanan dan keselamatan Mbah Rinati harus jadi prioritas. Karena dia hidup sebatang karang di rumahnya," ujar Kompol Mukhlason kepada republikjatim.com, Kamis (06/05/2021) malam.

Karena itu, Mukhlason langsung mengantar dan mengawal Mbah Rinati yang menggunakan becak motor (bentor) langganannya dari belakang menuju rumahnya. Mukhlason membuntuti dari belakang. Ternyata rumahnya Mbah Rinati lumayan jauh dan melintasi jalan sepi.

Begitu sampai di rumah berukuran 6 kali 5 meter itu, meski agak lumayan baik tapi Mbah Rinati tidur di ruang tamu bersama kandang ayam dan kucing. Bau menyengat dan kotor di lantai yang sudah dikeramik tak bisa dielakkan. Bahkan kamar tidur tidak dipakai dan dipenuhi kecoa.

"Terima kasih sudah dikawal Mbah Rinati sampai rumah," ujar tetangga Mbah Rinati.

Bahkan kata tetangganya, Mbah Rinati jika mandi di depan rumah. Padahal, sudah tersedia kamar mandi di dalam.

"Itu lihat di teras rumahnya ada bekas dandang dan timba buat mandi sehari-hari. Mbah Rinati sudah beberapa kali mendapat bantuan, malah dapat bantuan sembako dari pihak desa," ungkapnya.

Mukhlason mengakui juga memberikan bingkisan dan sejumlah uang buat kebutuhan sehari-hari. Namun, setelah tahu rumahnya hidup sebatang karang dan di ruang tamu ada beberapa bingkisan dari dermawan. Terasa sesak rumahnya. Apalagi di belakang pintu ditempati memelihara ayam yang di taruh di dalam kandang.

"Kami khawatir keamanan dan keselamatan Mbah Rinati di rumah. Karena kejahatan sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Apalagi ini jelang sepekan hari raya Idul Fitri," jelasnya.

Padahal, jalan saja sudah tertatih-tatih dan butuh dituntun orang lain. Dia juga memang suka menyayangi binatang seperti ayam dan kucing di dalam rumahnya.

"Kami hanya memastikan keamanan dan keselamatan Mbah Rinati setelah tahu kediamannya," pungkasnya. Zak/Hel/Waw

Berita Terbaru

Sinergi Akademisi Umsida Dorong Penguatan Akuntansi Pelaku UMKM Lokal Tembus Pasar Internasional

Sinergi Akademisi Umsida Dorong Penguatan Akuntansi Pelaku UMKM Lokal Tembus Pasar Internasional

Jumat, 08 Mei 2026 20:24 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 20:24 WIB

Bandung (republikjatim.com) - Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali diselenggarakan dalam skala…

230 Cakades Ikut Pembekalan, Bupati Subandi Titip Pilkades Damai, Gaji Rp 5 Juta Jangan Terprovokasi Biaya Politik Mahal

230 Cakades Ikut Pembekalan, Bupati Subandi Titip Pilkades Damai, Gaji Rp 5 Juta Jangan Terprovokasi Biaya Politik Mahal

Kamis, 07 Mei 2026 19:29 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 19:29 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 230 Calon Kepala Desa (Cakades) di Kabupaten Sidoarjo mengikuti acara pembekalan Cakades pada Pemilihan Kepala Desa…

Usai Tampung Keluhan Pedagang, Bupati Sidoarjo Bakal Revitalisasi Pasar Tradisional Gandeng Pengelola Pasar

Usai Tampung Keluhan Pedagang, Bupati Sidoarjo Bakal Revitalisasi Pasar Tradisional Gandeng Pengelola Pasar

Kamis, 07 Mei 2026 14:09 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 14:09 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, M Bahrul Amig serta Plt Kepala Dinas Perindustrian dan…

Komisi A DPRD Sidoarjo Tegaskan PP No 16 2026 Peraturan Main Perangkat Harus Mundur Saat Ditetapkan Jadi Cakades

Komisi A DPRD Sidoarjo Tegaskan PP No 16 2026 Peraturan Main Perangkat Harus Mundur Saat Ditetapkan Jadi Cakades

Kamis, 07 Mei 2026 13:24 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 13:24 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 80 desa pada 24 Mei 2026 mendatang, Komisi A DPRD Kabupaten…

Masa Tunggu Haji di Sidoarjo 29 Tahun, Tiga Kloter 1.133 CJH Diberangkatkan Bupati Subandi dari Pendopo Delta Wibawa

Masa Tunggu Haji di Sidoarjo 29 Tahun, Tiga Kloter 1.133 CJH Diberangkatkan Bupati Subandi dari Pendopo Delta Wibawa

Rabu, 06 Mei 2026 19:43 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 19:43 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ribuan Calon Jamaah Haji (CJH) Sidoarjo kembali diberangkatkan, Rabu (06/05/2026). Kali ini giliran Kelompok Terbang (Kloter)…

Jemput Sejatinya Jenggala, TACB Sidoarjo Gandeng Kementerian Kebudayaan dan BPK Siap Ekskavasi Situs Sendang Agung

Jemput Sejatinya Jenggala, TACB Sidoarjo Gandeng Kementerian Kebudayaan dan BPK Siap Ekskavasi Situs Sendang Agung

Rabu, 06 Mei 2026 09:30 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 09:30 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebuah gerakan kebudayaan berskala besar tengah ditiupkan dari bumi Sidoarjo. Dipelopori Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sidoarjo…