Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas), Program Studi (Prodi) S-1 Kebidanan, Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Pelatihan Akupresur bagi kader lansia di Kantor Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Pelatihan ini, untuk meningkatkan imunitas lansia. Sekaligus menjadikan lansia tangguh di tengah pandemi Covid-19.
Ketua Tim Abdimas Umsida, Paramitha Amelia Kusumawardani mengatakan kegiatan pelatihan akupresur, sosialisasi 5M dan Protokol Kesehatan (Prokes) sebagai upaya memberikan bekal kepada kader lansia yang ada di Desa Penatarsewu dalam mejalankan fungsi pembinaan terhadap para lansia. Hal ini disebabkan lansia menjadi usia yang sangat rentan terhadap penularan Covid-19.
"Kami berharap dengan beberapa sosialisasi tentang hidup sehat dan akupresur akan memberi pemahaman lebih dan dapat diterapkan secara mandiri para lansia," ujarnya kepada republikjatim.com, Jumat (22/01/2020).
Paramitha menjelaskan pelatihan ini, sebagai salah satu upaya perlindungan terhadap lansia. Yakni meningkatkan sosialisasi gerakan sayang lansia. Caranya mendorong lansia sehat, aman dan terlindung dari masalah kesehatan. Apalagi, selama ini pelayanan kesehatan untuk lansia bersumber daya masyarakat dan dibentuk masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan lansia melalui Posyandu Lansia.
"Pandemi Covid-19 berdampak multidimensi di berbagai aspek kehidupan. Terutama pada lansia yang secara umum menghadapi risiko signifikan terkena Covid-19. Karena pertambahan usia, tubuh akan mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan. Bahkan sistem imun sebagai pelindung tubuh tidak bekerja sekuat ketika masih muda. Inilah alasannya orang lanjut usia (lansia) rentan terserang berbagai penyakit, termasuk Covi-19 yang disebabkan virus Corona," imbuhnya.
Saat ini, lanjut Paramitha semua sistem kesehatan menghadapi tantangan dalam bentuk peningkatan kebutuhan akan pelayanan kesehatan. Namun semakin diperburuk rasa takut, stigma, misinformasi dan pembatasan pergerakan yang mengganggu pemberian pelayanan kesehatan untuk semua penyakit. Akibatnya, banyak layanan kesehatan rutin dan elektif dihentikan sementara dan hampir 83,9 persen pelayanan kesehatan terdampak. Tidak terkecuali pelayanan kesehatan bagi lansia.
"Dampak pelayanan kesehatan itu juga berdampak di Posyandu Lansia yang dihentikan pelaksanaanya. Solusi dari permasalahan ini adalah pelatihan akupresur pada kader lansia untuk meningkatkan imunitasnya," tegasnya.
Sementara pelatihan akupresur ini diikuti sosialisasi 5M dan perilaku hidup sehat. Materi ini disampaikan Arief w Wisaksono. Yakni terapi akupresur yang diberikan sebagai upaya mandiri untuk melakukan terapi yang dapat dilakukan dalam setiap aktivitas. Dia mencontohkan saat berwudhu.
"Materi ini diberikan sebagai upaya memberi stimulus dalam meningkatkan stamina para kader lansia. Nantinya dapat diteruskan ke para lansia binaan. Begitu juga saat pemateri lain, Siti Cholifah yang memberikan materi Gerakan 5 M. Itu sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berperilaku hidup sehat dengan menghindari persebaran Covid-19 yang sampai saat ini penderitanya semakin meningkat," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi