Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebuah rumah milik Adi Budi Kuswono (63) warga Dusun Centong, Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Sidoarjo ludes terbakar, Senin (03/08/2020). Kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan dan isi rumah yang ada di wilayah pemukiman padat penduduk itu, diduga akibat hubungan arus pendek (korsleting) aliran listrik.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, kebakaran bermula saat pemilik rumah Adi Budi Kuswono bekerja sebagai pengatur lalu lintas di pertigaan Desa Kedungwonokerto, Kecamatan Prambon berangkat kerja. Sedangkan istri dan anaknya bepergian ke Pare, Kediri. Saat kejadian, rumah korban dalam keadaan kosong.
Salah satu saksi yang juga tetangga korban Heni Anggraini (25) menceritakan dirinya melihat kepulan asap api bermula dari bagian atap rumah korban. Saat itu, sekitar pukul 12:00 WIB. Begitu mengetahui ada kepulan asap tebal, dirinya langsung memberitahu kepada tetangga dan warga sekitar.
"Seketika dengan peralatan seadanya warga berduyun-duyun ikut membantu memadamkan api. Sebagian warga lainnya memberitahukan kejadian ini kepada pemilik rumah dengan menjemput pemilik rumah ke Pertigaan Kedungwonokerto," ujarnya.
Sementara seusai mendapatkan laporan kebakaran itu, petugas Polsek Tarik langsung mendatangi TKP dan menghubungi Pos PMK Sidoarjo. Selang berapa menit, dua unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) datang ke lokasi kebalaran.
"Sampai di TKP, tim PMK langsung melaksanakan pembasahan di rumah korban sampai selesai. Api baru bisa dipadamkan satu jam usai petugas di lokasi kejadian," ungkap Komandan Peleton PMK Krian, Widy Agus.
Sementara itu, Kapolsek Tarik AKP Zulkipli Ahyat Musa memastikan dalam kebakaran itu, korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Sedangkan untuk penyebab kebakaran dugaan sementara dikarenakan korsleting (hubungan arus pendek) listrik.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengambil keterangan para saksi dan olah TKP. Karena saat kebakaran rumah ditinggal pemiliknya dan rumah beserta isinya ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa," tandasnya. Zak/Hel/Waw
Editor : Redaksi