Sidoarjo (republikjatim.com) - Peringatan bagi orang tua yang lokasi rumahnya berdekatan dengan sungai. Apalagi memiliki anak yang masih TK atau SD. Para orangtua hendaknya menjaga dan mengawasi anak-anaknya saat beraktifitas bersama-sama teman sebayanya. Saat musim liburan sekolah, banyak anak-anak mengisi waktu bermain dan bersenda gurau dengan teman sebayanya.
Musibah ini seperti yang dialami FA. Bocah 6 tahun warga Dusun Guyangan, Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo ini tenggelam saat asyik bermain di tepi Sungai Bujel bersama teman-temannya. Naas, nyawa korban tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, awalnya korban bersama teman perempuan, NA. Mereka hendak membuang hajat di belakang rumah korban. Saat turun ditangga sungai, korban terpeleset dan jatuh terjebur ke sungai hingga terseret arus aliran sungai itu. Teman korban, NA hanya bisa menangis sembari mengikuti korban yang terbawa arus aliran sungai.
"Suara tangisan teman korban terdengar keras. Dari situ saya mencari suara tangisan. Akhirnya diketahui NA menangis dan menceritakan kalau FA jatuh ke sungai. Seketika itu, saya dan warga mencari mencari korban," ujar saksi, Munari kepada republikjatim.com, Selasa (23/06/2020).
Pria 61 tahun ini menceritakan, saat korban ditemukan di tengah sungai tidak jauh dari lokasi pertama korban tenggelam. Setelah itu, korban dievakuasi dan diangkat ke tepi sungai.
"Kemudian korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Anwar Medika Balongbendo untuk mendapatkan pertolongan tim medis," imbuhnya.
Sementara Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Purwanto menegaskan nyawa bocah saat ditangani tim medis sudah tidak bernyawa. Meski tim media berupaya menolong korban secara maksimal, akan tetapi nyawa korban tak tertolong.
"Seketika itu, petugas Polsek Balongbendo bersama tim Inafis Polresta Sidoarjo langsung menggelar olah TKP untuk penyelidikan penyebab tenggelamnya korban,"tegasnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kata mantan Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo ini, tidak ditemukan adanya tanda-tanda tindak pidana dalam kasus tenggelamnya korban. Korban meninggal karena paru-parunnya dipenuhi air sungai saat dada korban diitekan tim medis. Bahkan banyak keluar air dari mulut korban.
"Atas kasus ini, pihak keluarga korban sudah menerima musibah ini. Korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU desa setempat," tandasnya. Zak/Hel/Waw
Editor : Redaksi