Ponorogo (republikjatim.com) - Untuk menyelematkan penerbangan udara TNI AU Lanud Iswahyudi, Magetan bergerak cepat menggelar operasi balon udara di wilayah Ponorogo. Operasi ini, untuk menyelamatkan penerbangan udara.
Hal ini lantaram jika di langit masih ada balon udara tanpa awak terbang bisa mengganggu pesawat dari dan menuju Pangkalan Lanud Iswahyudi, di Maospati, Magetan. Bahkan tidak bisa beroperasi. Ada puluhan personil TNI AU Lanud Iswahyudi yang diturunkan di wilayah Ponorogo.
Selain itu, dalam operasi mereka menggunakan peralatan canggih berupa drone militer yang digunakan untuk mendeteksi persembunyian teroris Santoso di Poso beberapa tahun silam.
"Kali ini operasi gabungan pencegahan penerbangan balon udara tanpa awak digelar di wilayah Polsek Somoroto. Operasi gabungan tim didominasi dari TNI AU Lanud Iswahyudi 20 personil, petugas Polsek Somoroto 15 personil, Koramil Kauman 5 personil dan Satpol PP 2 personil. Tim terjun langsung ke lapangan, untuk mencari balon udara di wilayah Sumoroto dan Kauman," kata Kapolsek Sumoroto, Kompol Nyoto kepada republikjatim.com, Jumat (05/06/2020).
Lebih jauh, Nyoto memaparkan dalam operasi gabungan itu ditemukan 3 buah balon dengan ukuran 7 x 3 meter, 6 x 2 meter dan 5 x 2 meter. Selain itu ditemukan 25 buah mercon.
"Keseluruhan hasil temuan di lapangan itu dibawa ke Polsek Somoroto untuk dimusnahkan," tegasnya.
Sementara itu, Nyoto memastikan jika penerbangan balon udara disinyalir dapat mengganggu penerbangan udara pesawat umum maupun pesawat militer. Tim operasi gabungan berhasil menemukan jumlah balon udara tanpa awak siap terbang relatif dengan ukuran relatif kecil dan jangkauan terbang tidak terlalu tinggi itu.
"Memang ini operasi balon udara tanpa awak besar - besaran. Karena dalam waktu dekat ada penerbangan pesawat dari atau menuju Lanud Iswahyudi. Sekarang kami menunggu hasil evaluasi Lanud. Kalau hasilnya aman, maka penerbangan pesawat dimulai," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi